Jakarta -
Kurangnya sumber daya manusia disebut sebagai salah satu faktor lemahnya keamanan jaringan di Indonesia. Lembaga pengawas internet Indonesia (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure / ID-SIRTII) pun sampai mengharapkan ada 1.000 orang Ruby Alamsyah di Tanah Air. Β
"Seharusnya Indonesia itu punya seribu orang seperti Ruby, biar tiap-tiap provinsi lebih aman dari serangan Cyber," ujar Eko Indrajit, Ketua Pelaksana ID-SIRTII, saat ditemui
detikINET di Universitas Bunda Mulia, Selasa (9/2/2010).
Tentunya, Eko tak bermaksud mengecilkan pakar atau ahli teknologi informasi lainnya yang ada di Indonesia. Ia hanya berharap bisa lebih banyak lagi ahli-ahli TI Indonesia yang mau menyumbangkan tenaga serta pikirannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar atau ahli yang dimaksud oleh Eko pun tidak melulu harus merupakan pakar Jaringan. Ia mengatakan Indonesia juga butuh orang yang ahli terhadap virus ataupun malware yang saat ini masih 'barang langka'. "Indonesia itu masih kekurangan ahli yang mengerti malware, virus ataupun keamanan jaringan," tambah Eko.
(eno/wsh)