Sekitar 52 persen dari serangan yang berhasil dilakukan, menurut monitoring yang dilakukan di sistem ID SIRTII, adalah karena pelanggaran terhadap sekuriti-sekuriti korporat. Artinya, serangan terjadi karena kecerobohan dari pihak internal perusahaan.
Demikian dikatakan Ketua Lembaga Pengawas Internet Indonesia (Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure/ID SIRTII, Eko Indrajit, pada seminar "Protecting Critical Infrastructure from Cyber Attack" yang digelar ID SIRTII di Hotel Redtop, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Password seseorang bahkan bisa ditebak dengan memanfaatkan fasilitas "forget your ID or password", di mana pada saat mendaftar kita diminta mengisi jawaban dari pertanyaan yang kita pilih kalau password lupa.
"Hati-hati terhadap password, usahakan ganti secara berkala. Jangan sampai nanti ada korporat yang melapor kalau situsnya dihack padahal sebenarnya karena kecerobohan dari internal," tutur Eko.
Eko menilai masih banyak dari internal korporat yang melanggar standar aturan sekuriti, misalnya password mudah ditebak atau menggunakan password default. Ini menunjukkan perusahaan-perusahaan belum aware pada prosedur keamanan. (dwn/wsh)