×
Ad

Viral Air Terjun Jatuh dari Pelangi di Brasil, Ini Penjelasan Sainsnya

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 24 Okt 2026 06:15 WIB
Fenomena air terjun dari langit di Brasil. Foto: Screenshot Accu Weather
Jakarta -

Sebuah video dari Brasil memperlihatkan pemandangan tak biasa, air terjun tampak meluncur dari pelangi di langit. Pemandangan ini terlihat seperti efek visual dalam film fantasi, tetapi fenomenanya dapat dijelaskan melalui sains.

Video tersebut direkam di Gua Casa de Pedra, Iporanga, negara bagian Sao Paulo, Brasil. Dalam rekaman itu, aliran air terlihat jatuh di tengah bukaan gua yang menghadap hutan hijau. Di atasnya, lingkaran cahaya berwarna-warni mengelilingi Matahari, sementara lengkungan warna lain tampak di bagian langit yang lebih rendah.

Perpaduan aliran air, cahaya Matahari, dan latar gua menciptakan ilusi seolah-olah air terjun berasal dari pelangi. Fenomena ini menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial, sebagaimana dikutip dari India Today.

Meski terlihat seolah-olah air jatuh dari langit, sumber air tersebut sebenarnya berasal dari celah alami pada batuan di atas pintu masuk gua. Dari sudut pandang orang yang berada di dalam gua, aliran air itu tampak sejajar dengan langit di luar. Posisi inilah yang membuat batas antara air terjun dan langit seolah menghilang.

Tetesan air yang terkena sinar Matahari juga memantulkan cahaya sehingga aliran tersebut terlihat berkilauan. Ketika dipadukan dengan lengkungan cahaya di langit, pemandangan itu menciptakan ilusi optik yang dramatis. Dengan kata lain, bukan air yang keluar dari pelangi, melainkan sudut pandang pengamat yang membuat kedua fenomena tersebut terlihat saling terhubung.

Lingkaran Pelangi di Sekitar Matahari

Salah satu fenomena yang terlihat dalam video tersebut adalah lingkaran cahaya di sekitar Matahari. Fenomena ini dikenal sebagai solar halo atau halo Matahari.
Menurut penjelasan Met Office, halo terbentuk ketika cahaya Matahari berinteraksi dengan kristal es kecil di awan tinggi, seperti awan cirrus dan cirrostratus. Cahaya mengalami pembiasan ketika melewati kristal-kristal tersebut sehingga membentuk lingkaran di sekitar Matahari.

Halo Matahari berbeda dari pelangi biasa. Pelangi umumnya terbentuk ketika sinar Matahari memasuki tetesan air, mengalami pembiasan, dipantulkan di dalam tetesan, kemudian keluar dengan warna-warna yang terpisah.

Perbedaan cara cahaya berinteraksi dengan kristal es dan tetesan air itulah yang menghasilkan dua fenomena optik yang berbeda. Menariknya, halo Matahari dapat muncul tanpa hujan. Karena itu, keberadaan lingkaran berwarna di sekitar Matahari tidak selalu menandakan adanya pelangi yang terbentuk akibat hujan.

Selain halo Matahari, rekaman tersebut juga memperlihatkan lengkungan menyerupai pelangi di bagian langit yang lebih rendah. Salah satu penjelasan yang mungkin adalah pembiasan dan pemisahan warna cahaya Matahari oleh tetesan air yang melayang di udara, termasuk kabut tipis di sekitar aliran air.

Badan satelit dan atmosfer Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), menjelaskan bahwa pelangi terbentuk ketika cahaya Matahari memasuki tetesan air, dibelokkan, dipantulkan di dalamnya, lalu keluar dengan komponen warna yang berbeda.

Namun, tanpa pengamatan atmosfer secara langsung, tidak dapat dipastikan bahwa seluruh lengkungan warna dalam rekaman tersebut berasal dari proses yang sama. Penampakan visual saja belum cukup untuk mengidentifikasi setiap lengkungan secara pasti. Yang jelas, keberadaan aliran air dan kondisi cahaya yang tepat dapat menghasilkan pemandangan yang tampak tidak biasa dari sudut pandang tertentu.



Simak Video "Bersenang-senang di Air Terjun Uwe Molino yang Menyegarkan di Sulawesi Tengah"

(rns/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork