Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kebakaran Hutan Tak Cuma Rusak Daratan, Sungai dan Ikan Terdampak

Kebakaran Hutan Tak Cuma Rusak Daratan, Sungai dan Ikan Terdampak


Rachmatunnisa - detikInet

A bird flies over Al Ikhlas Grand Mosque, which is shrouded in haze from wildfires, in Ketapang regency, West Kalimantan province, Indonesia, August 30, 2026. From January to July this year, fires burned around 202,000 hectares (almost 500,000 acres) of land in Indonesia, with West Kalimantan being the worst-hit province, with more than 38,000 hectares burned, government data shows. Firefighting volunteer Elly Marlina, 46, says the fires are worse than normal this year and affecting forests and peatland still struggling to recover from previous seasonal fires, prompting concern about their future.
Kebakaran hutan di Ketapang, Kalimantan Barat. Foto diambil pada 30 Agustus 2026. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Jakarta -

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berhenti pada pohon yang hangus, asap yang mencemari udara, banyaknya hewan hutan yang mati, hingga kerusakan ekosistem darat. Dampak kebakaran besar hutan gambut juga menjalar ke perairan, mengganggu kualitas air hingga memukul populasi ikan.

Temuan itu diungkap dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada April 2024. Dalam studi 'Impacts of Fire and Prospects for Recovery in a Tropical Peat Forest Ecosystem', tim peneliti menganalisis data ekosistem dan keanekaragaman hayati selama 16 tahun di kawasan hutan rawa gambut Indonesia, dengan membandingkan dampak kebakaran terhadap berbagai komponen ekosistem.

Dalam abstrak penelitian tersebut, para peneliti menyatakan bahwa kebakaran besar langsung berdampak pada kualitas air dan fenologi reproduksi pohon, serta menyebabkan penurunan tajam populasi ikan bernilai komersial dalam waktu tiga bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan ini juga menunjukkan penurunan bertahap pada kelompok vertebrata terancam selama sembilan bulan setelah peristiwa kebakaran. Penelitian itu mencatat penurunan tajam keberadaan populasi ikan setelah kebakaran besar.

Dalam analisis pada interval satu bulan, peluang ditemukannya ikan turun sekitar 67,9%. Penurunan juga terjadi pada ikan spesialis hutan dan spesies bernilai komersial.

ADVERTISEMENT

Dampak terhadap perairan menjadi penting karena sungai dan ekosistem gambut merupakan habitat bagi beragam jenis ikan, sekaligus sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat setempat. Ketika kualitas air terganggu dan populasi ikan menurun, dampaknya berpotensi merambat ke aktivitas perikanan warga.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut berasal dari ekosistem hutan gambut yang diteliti, tidak berarti setiap kebakaran di semua wilayah Indonesia akan menghasilkan dampak dengan besaran yang sama.

Temuan ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla perlu memperhitungkan kerusakan ekosistem secara menyeluruh, termasuk dampak terhadap sungai dan kehidupan di dalamnya.



(rns/rns)




Hide Ads