Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Studi Ungkap Parasit pada Kucing yang Bisa Menginfeksi Manusia

Studi Ungkap Parasit pada Kucing yang Bisa Menginfeksi Manusia


Adi Fida Rahman - detikInet

Ilustrasi Kucing
Studi Ungkap Parasit pada Kucing yang Bisa Menginfeksi Manusia Foto: Getty Images/iStockphoto/champpixs
Jakarta -

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan favorit banyak orang. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa sebagian kucing peliharaan membawa parasit usus yang berpotensi menginfeksi manusia.

Parasit tersebut bernama Giardia duodenalis, organisme mikroskopis yang hidup di saluran pencernaan manusia maupun hewan. Dalam kondisi tertentu, infeksi parasit ini dapat menyebabkan diare, gangguan pencernaan, hingga penurunan berat badan.

Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah PLOS One. Para peneliti menganalisis data pemeriksaan feses 157.616 kucing peliharaan dari 49 negara bagian Amerika Serikat dan lima provinsi Kanada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Hasilnya, sebanyak 6,3% kucing yang diperiksa dinyatakan positif membawa Giardia duodenalis. Dari kelompok kucing yang terinfeksi tersebut, sekitar 18,5% memiliki varian genetik A atau B yang diketahui dapat menginfeksi manusia dan hewan.

Artinya, tidak semua kucing yang membawa Giardia memiliki jenis parasit yang berpotensi menular kepada manusia.

Dikutip dari Phys.org, Selasa (13/10/2026), sebagian besar kucing yang positif justru membawa varian yang lebih spesifik menyerang kucing, terutama kelompok F.

Anak Kucing Lebih Rentan

Penelitian yang menggunakan data pemeriksaan antara Maret 2022 hingga Agustus 2023 itu juga menemukan perbedaan tingkat infeksi berdasarkan usia kucing.

Anak kucing memiliki tingkat deteksi Giardia tertinggi, yakni 10,7%. Sebaliknya, pada kucing berusia lanjut, angkanya hanya sekitar 1,3%.

Para peneliti juga menemukan variasi berdasarkan musim. Tingkat deteksi Giardia mencapai 8,1% pada musim dingin dan 7,7% pada musim gugur, sedangkan musim panas mencatat angka lebih rendah, yakni 4,6%.

Meski demikian, penelitian ini tidak membuktikan bahwa kucing yang positif Giardia secara langsung menularkan parasit kepada pemiliknya.

Giardia dapat menyebar melalui air, makanan, benda, atau permukaan yang terkontaminasi kotoran mengandung parasit. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko penularan.

Ilustrasi Anak KucingIlustrasi Anak Kucing Foto: Andriyko Podilnyk/Unsplash

Apa Bahayanya bagi Manusia?

Infeksi Giardia pada manusia dikenal sebagai giardiasis. Sebagian orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, tetapi sebagian lainnya dapat mengalami diare, kram perut, perut kembung, dan penurunan berat badan.

Para peneliti menyarankan pemilik kucing memperhatikan kebersihan tempat pembuangan kotoran dan melakukan pemeriksaan feses hewan peliharaan sesuai anjuran dokter hewan.

Perhatian lebih diperlukan pada rumah tangga yang memiliki anak kecil, lansia, atau anggota keluarga dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Namun, pemilik kucing tidak perlu langsung panik. Temuan ini tidak berarti semua kucing membawa parasit berbahaya atau bahwa memelihara kucing otomatis menyebabkan infeksi pada manusia.

Penelitian tersebut dilakukan di Amerika Serikat dan Kanada, sehingga hasilnya juga belum dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat infeksi Giardia pada kucing peliharaan di Indonesia.



(afr/afr)






Hide Ads