Pisang adalah buah paling populer di dunia, di Indonesia pun pohonnya ada banyak di kebun-kebun. Atau malah di belakang rumahmu pun ada?
Namun keberadaannya bisa segera musnah akibat jamur mematikan. Dalam beberapa tahun terakhir, penyakit yang mematikan tanaman pisang telah menyebar dari Asia Tenggara ke Timur Tengah, Afrika, dan Australia.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Pathogens pada 2015, penyebabnya adalah Tropical Race 4 (TR4), yang berasal dari Indonesia pada tahun 1960-an. Katanya, jamur itu telah menyebar begitu luas hingga mengancam produksi pisang dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi tersebut, para peneliti menyerukan investasi besar-besaran untuk pemuliaan varietas pisang baru serta analisis dan karantina yang lebih baik terhadap tanah yang terkontaminasi.
"Wabah TR4 saat ini dan perhatian global yang menyertainya harus menjadi peringatan bagi perlunya perubahan strategi yang sangat penting ini," ungkap mereka dalam makalah tersebut, dikutip detikINET dari IFLScience, Minggu (11/10/2026).
Ini bukan kali pertama pisang berada di ambang kepunahan. Pada tahun 1950-an, hampir seluruh populasi pisang Gros Michel (jenis pisang utama yang dibudidayakan saat itu) musnah akibat penyakit Panama, yang disebabkan oleh patogen jamur Fusarium oxysporum. Sebuah jenis pisang baru yang tahan terhadap jamur tersebut, yaitu Cavendish, kemudian diperkenalkan di wilayah-wilayah yang terdampak.
Saat ini, Cavendish mencakup 47% dari total produksi pisang dunia, dan sebagian besar pisang yang dijual di wilayah beriklim sedang adalah jenis Cavendish. Akan tetapi, kini jenis ini terancam oleh TR4.
"Sejak tahun 1990-an, TR4 juga telah memusnahkan perkebunan Cavendish di Indonesia dan Malaysia; antara tahun 1997 dan 1999, penyakit ini secara signifikan mengurangi industri pisang di dekat Darwin, Wilayah Utara Australia," begitu bunyi penelitian mereka.
Penyakit ini juga merupakan galur dari Fusarium oxysporum, hanya saja berasal dari galur yang berbeda dibandingkan penyebab penyakit Panama. TR4 masuk ke dalam akar tanaman pisang dan menyerang sistem pembuluh tanaman, lalu menyebar dan menyebabkan tanaman mati akibat dehidrasi.
Sulit untuk mengembangkan varietas pisang yang tahan terhadap jamur. Semua tanaman Cavendish merupakan klon (salinan yang identik satu sama lain), begitu pula dengan tanaman Gros Michel. Jika satu tanaman terserang penyakit, tanaman lainnya pun akan ikut terdampak.
Cuma, sebagai catatan. Studi ini tidak serta-merta menandakan terjadinya 'kiamat pisang', para ilmuwan telah menelaah bukti-bukti dari berbagai penjuru dunia dan menyoroti fakta bahwa belum ada cara yang ditemukan untuk menghentikan penyebaran penyakit ini. Sejauh ini, langkah-langkah untuk membasmi jamur tersebut, seperti mengarantina tanah atau tanaman pisang yang terinfeksi, terbukti tidak memadai dan tak efektif.
Sebagian besar produksi pisang berasal dari perkebunan rakyat berskala kecil, dan 85% dari hasil panen tersebut disalurkan ke pasar lokal. Penyakit ini berpotensi melenyapkan mata pencaharian jutaan orang di seluruh dunia.
Para peneliti memperkirakan bahwa penyakit ini akan terus menyebar selama varietas pisang yang rentan terhadap jamur tersebut masih terus dibudidayakan.

