Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Alasan Ilmiah Nobar Timnas Terasa Lebih Seru

Alasan Ilmiah Nobar Timnas Terasa Lebih Seru


Rachmatunnisa - detikInet

Gelora Arek-Arek Suroboyo Nobar Timnas Indonesia di Grahadi
Foto: Fadli Muhammad Yusuf Aprinanta
Jakarta -

Menonton Timnas Indonesia berlaga bisa dilakukan dari mana saja. Namun, ada pengalaman yang terasa berbeda ketika nobar alias nonton bareng pertandingan.

Saat Indonesia mencetak gol, satu ruangan bisa langsung meledak oleh teriakan. Orang yang sebelumnya tidak saling mengenal bisa berpelukan. Chant terdengar bersamaan, komentar bersahutan, dan ketegangan pertandingan seolah dirasakan bersama.

Psikologi olahraga menyebut hal itu terjadi karena adanya identitas sosial, yaitu ketika seseorang merasa dirinya merupakan bagian dari kelompok tertentu. Dalam konteks sepak bola, kelompok tersebut bisa berupa komunitas suporter, penggemar sebuah klub, atau pendukung tim nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika pertandingan ditonton bersama orang-orang yang memiliki dukungan yang sama, identitas sebagai suporter menjadi lebih terasa. Sebuah studi tentang perasaan keterhubungan sosial dalam pengalaman sosio-emosional yang dipublikasikan di Science Direct menyebutkan, manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk merasa terhubung dengan orang lain.

Dalam teori identitas sosial, seseorang dapat mendefinisikan dirinya bukan hanya sebagai individu, tetapi juga berdasarkan kelompok yang dianggap menjadi bagian dari dirinya. Sepakbola menyediakan ruang yang sangat kuat untuk proses tersebut.

ADVERTISEMENT

Penelitian mengenai perilaku suporter sepak bola menunjukkan bahwa identitas sosial berkaitan dengan loyalitas terhadap tim. Sebuah studi terhadap 518 penggemar sepak bola menemukan bahwa identitas sosial berpengaruh terhadap perilaku konsumsi olahraga, sementara loyalitas terhadap tim menjadi salah satu mekanisme yang menghubungkan keduanya.

Ketika pertandingan Timnas ditonton bersama, identitas sebagai pendukung Indonesia menjadi semakin terlihat. Seseorang mengenakan jersey yang sama, menyanyikan lagu yang sama, meneriakkan nama pemain yang sama, dan bereaksi terhadap kejadian yang sama.

Penelitian mengenai aktivitas menonton pertandingan sepak bola secara kolektif menemukan bahwa orang-orang dalam kerumunan dapat merasakan common bonds atau ikatan bersama dengan penonton lainnya. Kesamaan tertentu di antara anggota kerumunan dapat memperkuat perasaan keterhubungan tersebut.

Dalam situasi seperti nobar Timnas, kesamaan itu sangat mudah ditemukan karena semua orang datang untuk tujuan yang sama, menunggu pertandingan yang sama, dan bereaksi terhadap gol yang sama.

Bahkan ketika tidak saling mengenal, orang-orang memiliki pengalaman emosional yang sama selama beberapa jam. Itulah yang membuat seseorang bisa merasa dekat dengan orang yang baru ditemuinya ketika pertandingan berlangsung.

Suasana ramai juga memberikan rangsangan emosional yang berbeda. Bayangkan ada dua situasi. Yang pertama, Indonesia mencetak gol dan kamu menonton sendirian. Kamu mungkin berteriak atau mengepalkan tangan.

Sedangkan di situasi kedua, Indonesia mencetak gol dan 100 orang di sekitar kamu langsung berteriak, melompat, bertepuk tangan, dan saling berpelukan. Peristiwa yang terjadi di lapangan sama, tetapi pengalaman emosionalnya berbeda karena respons orang-orang di sekitar ikut menjadi bagian dari pengalaman kamu.

Penelitian mengenai pengalaman menonton olahraga menunjukkan bahwa aktivitas menonton dapat berhubungan dengan interaksi sosial dan pengalaman emosional, yang kemudian berkaitan dengan subjective well-being.

Artinya, pertandingan bukan hanya tontonan visual. Ada lingkungan sosial yang ikut membentuk pengalaman kita ketika menontonnya. Hal menarik lainnya adalah ketika suporter melakukan aktivitas secara bersamaan.

Misalnya ketika ribuan orang menyanyikan chant atau meneriakkan nama Timnas. Penelitian yang diterbitkan di Evolution and Human Behavior menemukan bahwa synchronous chanting, atau aktivitas bernyanyi/chanting secara serempak, dapat meningkatkan persepsi mengenai kekuatan kelompok.

Studi tersebut dilakukan pada penggemar sepak bola dan meneliti bagaimana sinkronisasi dalam kelompok memengaruhi persepsi terhadap kelompok sendiri dan kelompok lain. Ini membantu menjelaskan mengapa chant stadion bisa bikin merinding.

Ketika suara puluhan ribu orang menyatu, seseorang tidak lagi merasa sebagai individu yang berdiri sendirian. Ia menjadi bagian dari kerumunan yang bergerak dan bersuara bersama.

Secara psikologis, kebersamaan tersebut dapat membuat identitas sebagai suporter menjadi lebih terasa dan menciptakan rasa keterhubungan dengan orang lain. Untuk sesaat, banyak orang merasa sedang mengalami satu momen yang sama.



(rns/rns)




Hide Ads