×
Ad

Bukan Sekadar Gaya, Ini Teknologi di Balik Jersey Timnas Indonesia

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 05 Okt 2026 17:17 WIB
Timnas Indonesia melawan Bangladesh FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Agung Pambudhy/detikFoto
Jakarta -

Jersey Timnas Indonesia bukan sekadar identitas di lapangan. Di balik balutan merah dan putih yang dikenakan para pemain, terdapat teknologi tekstil yang dirancang untuk menunjang performa saat bertanding.

Untuk diketahui, jersey terbaru Timnas Indonesia dibuat oleh Kelme sebagai apparel resmi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Seragam ini diperkenalkan pada Maret 2026 dan menjadi jersey pertama dalam kerja sama Kelme dengan PSSI yang berlangsung hingga 2030.

Kelme menyebut jersey mereka dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan performa atlet, termasuk material yang ringan, kemampuan mengalirkan keringat, sirkulasi udara, serta fleksibilitas ketika pemain bergerak.

Menariknya, teknologi pada jersey pemain juga berbeda dengan jersey replika yang dipasarkan untuk suporter. Salah satu karakter utama jersey Timnas Indonesia terbaru adalah penggunaan material yang ringan dan 'bernapas' (breathable).

Kelme menyebut seluruh rangkaian jersey dikembangkan menggunakan kain ultraringan dengan kemampuan bernapas yang tinggi. Material tersebut dirancang untuk membantu mempercepat pengeluaran keringat sekaligus meningkatkan ventilasi.

Hal ini menjadi penting ketika pemain harus bertanding dalam kondisi cuaca panas dan lembap seperti di Indonesia. Jersey yang terlalu berat atau sulit mengeluarkan panas dapat membuat pemain merasa tidak nyaman ketika aktivitas fisik meningkat. Karena itu, desain jersey olahraga modern tidak hanya mempertimbangkan tampilan, tetapi juga bagaimana kain berinteraksi dengan keringat dan udara selama pemain bergerak.

Pada versi replika, Kelme secara spesifik mencantumkan teknologi moisture wicking dan quick drying. Teknologi moisture wicking membantu memindahkan keringat dari permukaan kulit menuju permukaan kain. Setelah itu, keringat dapat menguap melalui sirkulasi udara sehingga material lebih cepat kering.

Sederhananya, teknologi ini membuat keringat tidak terlalu lama menempel di tubuh. Bagi pemain sepakbola yang terus berlari selama pertandingan, kemampuan tersebut dapat membantu menjaga kenyamanan ketika intensitas permainan meningkat. Kelme juga menyebut material jersey memiliki karakter ringan, elastis dan fleksibel sehingga tidak terlalu membatasi gerakan pemain.

Teknologi lainnya yang menarik adalah penggunaan micro-perforation atau lubang-lubang mikro pada area tertentu jersey. Kelme menyebut ventilasi maksimal pada produknya dibantu oleh micro-perforation yang ditempatkan secara strategis. Tujuannya adalah meningkatkan sirkulasi udara dan membantu proses pengeluaran keringat.

Lubang tersebut berukuran sangat kecil sehingga tidak selalu terlihat jelas dari jauh. Konsepnya mirip ventilasi pada pakaian olahraga lainnya, yakni memberikan jalur bagi udara untuk bergerak tanpa harus membuat seluruh permukaan kain berlubang.



Simak Video "Video: Indonesia vs Thailand: Mampukah Garuda Akhiri Kutukan?"


(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork