Catatan tahun baru Mars dilaksanakan sejak tahun 1955. Nah, per 30 September kemarin, Mars baru saja merayakan Tahun Baru 39. Happy New Year, Mars!
Pemilihan tahun tersebut, saat ekuinoks jatuh pada tanggal 11 April, sebenarnya baru dilakukan bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2000, ketika kalender Mars modern pertama kali diusulkan. Namun, tahun itu kebetulan bertepatan dengan peristiwa cuaca berskala besar.
Mars dikenal dengan badai debu dahsyat yang cenderung terjadi pada paruh kedua tahun Mars. Badai-badai ini tidak seperti yang digambarkan dalam buku karya Andy Weir maupun film garapan Ridley Scott, The Martian. Atmosfer Mars tidak cukup padat untuk menghasilkan angin kencang seperti di Bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, debunya dapat menyelimuti seluruh permukaan planet. Hal itulah yang menyebabkan matinya wahana penjelajah Opportunity milik NASA pada tahun 2018.
Badai debu hebat tahun 1956, yang bermula pada musim panas di belahan bumi selatan, merupakan badai yang sangat dahsyat sehingga menjadikannya titik acuan yang berguna.
Mengapa tidak menggunakan sistem penanggalan Bumi?
Belum ada manusia di Mars, namun terdapat banyak benda buatan manusia di permukaan maupun di sekitar planet tersebut. Jika kita sekadar menggunakan kalender Bumi, penanggalan itu akan sangat cepat tidak sinkron dengan siklus alami planet tersebut. Malam hari akan terjadi saat siang hari, dan pergantian musim menjadi kacau-balau.
Masalah kalender ini mencakup aspek harian maupun tahunan.
Satu hari surya di Mars, atau disebut sol, berdurasi 24 jam, 39 menit, dan 35 detik. Durasi ini jelas lebih lama dibandingkan durasi hari di Bumi yang hampir tepat 24 jam. Apabila kita tetap menggunakan waktu Bumi untuk wahana rover dan lander di Mars, dalam waktu seminggu saja, tengah malam akan jatuh pada pagi hari.
Oleh karena itu, banyak misi ke Mars, termasuk misi wahana penjelajah Curiosity dan Perseverance milik NASA, menghitung waktu operasional mereka di Planet Merah menggunakan satuan sol, bukan hari Bumi.
Jika perbedaan durasi hari saja sudah cukup ribet, durasi tahunnya pun sangat berbeda. Satu tahun di Mars berlangsung selama 668 sol, atau sekitar 687 hari Bumi. Jadi, kalau kamu iseng ingin mengetahui usia kamu dalam hitungan tahun Mars, kamu cukup membagi usiamu dengan angka 1,88.
Tidak punya empat musim
Di Bumi, pergantian musim terjadi semata-mata karena kemiringan sumbu planet sebesar 23,5 derajat. Artinya, saat planet kita mengelilingi Matahari, satu belahan bumi menerima lebih banyak cahaya, dan enam bulan kemudian kondisinya berbalik. Jika suatu wilayah menerima lebih banyak cahaya, berarti wilayah tersebut sedang mengalami musim semi atau musim panas.
Mars memiliki kemiringan sumbu yang serupa, yakni sekitar 25 derajat, tapi bukan itu satu-satunya faktor yang berpengaruh. Meskipun orbit Bumi cenderung melingkar, orbit Mars jauh lebih elips. Hal ini menyebabkan durasi musim-musimnya tidak sama. Musim semi di belahan bumi utara berlangsung lebih lama dibandingkan musim gugur di belahan bumi utara (192 sol dibandingkan dengan 142 sol).
Fakta ini juga mengaitkan badai debu dengan pergantian musim. Belahan bumi selatan mengalami musim semi dan musim panas yang lebih singkat, namun karena planet ini berada lebih dekat dengan Matahari pada periode tersebut, atmosfer menjadi lebih turbulen. Turbulensi inilah yang memicu badai debu-badai yang begitu dahsyat hingga mampu menghalangi sinar Matahari selama berminggu-minggu.
Tahun Baru Mars berikutnya akan jatuh pada tanggal 17 Agustus 2028. Demikian melansir IFLScience, Jumat (2/10/2026).

