Seorang profesor yang mengklaim dirinya sebagai salah satu tokoh paling kontroversial di dunia saat ini, berbicara tentang prediksinya terkait serangan serupa peristiwa 9/11 dan keruntuhan peradaban itu sendiri sudah mulai terjadi.
Sedikit kilas balik, tragedi 9/11 adalah serangkaian serangan teroris bunuh diri terkoordinasi oleh kelompok al-Qaeda yang menargetkan Amerika Serikat pada 11 September 2001. Sebanyak 2.977 korban tewas, termasuk ratusan petugas pemadam kebakaran dan polisi yang berusaha menyelamatkan korban.
Peristiwa ini memicu kebijakan 'perang melawan terorisme' global oleh Amerika Serikat, invasi ke Afghanistan, serta pengetatan pengamanan dan pengawasan transportasi udara secara drastis di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor Jiang Xueqin, adalah seorang pendidik kelahiran China berkewarganegaraan Kanada. Ia dijuluki sebagai 'Nostradamus-nya China'. Awal tahun ini, Xueqin tampil di podcast Steven Bartlett, The Diary of A CEO, membicarakan prediksinya dalam 20 tahun ke depan.
Pakar geopolitik lulusan Yale dan pembawa acara saluran YouTube Predictive History membahas beberapa prediksi yang ia buat pada tahun 2024 yang sejak itu benar-benar menjadi kenyataan, bersama dengan beberapa prediksi lebih lanjut untuk masa depan.
Dengan mempelajari pola, insentif, dan bagaimana orang serta lembaga telah bertindak sebelumnya, ia mengungkapkan mengapa ia percaya akan terjadi serangan serupa 9/11 lainnya, serta mengapa ia berpikir keruntuhan peradaban akan terjadi.
"Saya pikir ada banyak orang yang tidak menyukai apa yang saya katakan. Saya adalah salah satu tokoh yang paling kontroversial di dunia saat ini. Tapi saya mencoba mempersiapkan semua orang," ujarnya dalam perbincangan di podcast tersebut seperti dikutip dari LadBibble.
Selama wawancara, Xueqin merenungkan peringatan serangan 9/11 yang menghancurkan dan kekhawatiran banyak orang bahwa mungkin akan ada serangan serupa lainnya di Amerika Serikat.
"Jika terjadi serangan (serupa) 9/11 lagi di Amerika Serikat, saya yakin itu akan menjadi serangan terhadap infrastruktur keuangan AS," ujarnya.
Menurut pandangannya, 9/11 adalah tindakan yang dilakukan oleh teroris untuk membuat penduduk trauma dan melakukan kekerasan yang merusak diri sendiri. Ia kemudian memberikan contoh jenis serangan seperti 9/11 yang menurut prediksinya bisa terjadi di masa depan.
Xueqin mencontohkan situasi pada Bartlett, "Apa yang akan terjadi jika suatu hari Anda membuka iPhone Anda dan ingin membeli kopi? Anda memindai iPhone Anda dan perangkat tidak terbaca, lalu Anda berpikir, mungkin ada masalah dengan bank."
"Anda menelepon bank. Anda tidak bisa memasukkan makanan ke dalam tas. Dan setelah berjam-jam cemas, akhirnya Anda menyadari bahwa ada serangan terhadap server data keuangan AS yang penting. Dan semua uang di rekening bank Anda telah lenyap dan mereka tidak tahu kapan atau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkannya," lanjutnya.
Dia berpendapat bahwa jika serangan lain terjadi, mungkin yang akan kita lihat adalah kehancuran infrastruktur keuangan AS, yang akan mendorong jutaan orang ke dalam kepanikan yang luar biasa. Meskipun demikian, peradaban mungkin akan runtuh sebelum itu terjadi. Xueqin mengungkapkan prediksi lain yang sama menyedihkannya dan penuh kekerasan.
"Saya pikir kita hidup di zaman ketika dunia sedang runtuh," sebutnya.
Ia percaya bahwa manusia pada dasarnya telah mencapai titik tertinggi kemajuan teknologi dan tidak bisa melangkah lebih jauh. Karena agar teknologi dapat berkembang, lanjutnya, dibutuhkan spesialisasi yang lebih besar dan globalisasi yang lebih besar.
Namun, yang terjadi sekarang adalah perang di Iran, yang akan menyebabkan serangkaian peristiwa yang akan memaksa semua negara untuk menjadi jauh lebih umum.
"Kita tidak sedang mengalami Perang Dunia III. Kita tidak sedang mengalami pergeseran tatanan global. Kita akan mengalami keruntuhan peradaban itu sendiri dalam 20 tahun ke depan," yakinnya.
Xueqin mengklarifikasi bahwa yang ia maksud dengan 'runtuhnya peradaban' adalah ketidaksetaraan besar-besaran, utang, dan polarisasi.
"Jadi ketika sistem itu runtuh, seluruh dunia pun runtuh," demikian perbandingan yang dibuat Xueqin dengan 'keruntuhan Zaman Perunggu' yang menyebabkan perubahan iklim, mengakibatkan kelaparan, mendorong migrasi ke daerah-daerah yang memiliki makanan, yang kemudian menyebabkan sistem kewalahan dan dunia kehilangan ketertiban.
"Semua ini adalah unsur-unsur peradaban yang sangat mendasar. Saya yakin bahwa kita sedang menyaksikan runtuhnya peradaban," tutupnya.