Spesies udang invasif yang dijuluki demon shrimp atau udang setan ditemukan di perairan Holy Brook, anak sungai dari Sungai Kennet yang mengalir melalui Wiltshire dan Berkshire, Inggris. Kemunculannya di perairan yang dilindungi ini menimbulkan kekhawatiran bagi spesies asli dan ekosistem yang lebih luas.
Udang setan memiliki nama latin Dikerogammarus haemobaphes. Ukurannya lebih besar dari spesies aslinya dan memiliki punggung bergaris yang khas. Dijuluki demon yang berarti iblis atau setan, karena sifat invasifnya yang sangat merusak.
Invasi pertama yang diketahui dari Dikerogammarus haemobaphes terjadi di Danau Balaton, Hongaria pada 1955. Udang setan telah terbukti merusak habitat barunya. Hewan ini merupakan spesies invasif yang sangat sukses karena laju pertumbuhannya yang cepat dan kematangan dini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga memiliki tingkat kesuburan yang jauh lebih tinggi daripada spesies gammarid asli, sehingga memungkinkan mereka untuk meningkatkan populasinya dengan cepat.
Toleransi salinitas yang luas, preferensi sedimen, dan toleransi termal yang kuat juga membuat mereka mampu menginvasi ekosistem asing dengan sukses. Dari Hongaria, udang setan kemudian menyebar ke beberapa sungai dan danau di Austria, Belgia, Jerman, Polandia, Rusia, Ukraina, dan Inggris.
Krustasea ini mungkin mampu memperluas jangkauannya karena adanya hubungan antar jalur air di Eropa dan penggunaan alat transportasi seperti perahu dan kapal.
Karenanya, Organisasi amal Action for the River Kennet (ARK) mendesak warga yang menemukan spesies ini untuk segera melapor.
Manajer pendidikan dan penyuluhan badan amal tersebut, Anna Forbes, mengatakan bahwa sangat penting juga bagi pengguna sungai untuk mengikuti panduan pemerintah, yakni 'Check, Clean, Dry' atau Periksa, Bersihkan, Keringkan, guna menghentikan penyebaran lebih lanjut dari udang setan tersebut.
"Periksa, Bersihkan, Keringkan itu sangat penting. Udang setan memakan ikan kecil, telur ikan, kurang efektif dalam membersihkan air dibandingkan spesies asli, dan sangat agresif. Mereka tidak seharusnya ada di lingkungan ini," ujarnya seperti dikutip dari BBC.
Pedoman tersebut menyerukan peningkatan kesadaran akan masalah ini dan perlunya mengeringkan semua peralatan dan pakaian secara menyeluruh setelah beraktivitas di atas atau di dalam air.
Udang-udang tersebut, yang awalnya berasal dari Laut Hitam, diyakini telah sampai ke Inggris dengan menempel pada lambung kapal sebelum menyebar secara lokal melalui para pendayung kayak dan pemancing yang tidak menyadari keberadaan mereka.
Penemuan ini merupakan bagian dari masalah yang lebih luas di wilayah Barat Daya. Udang karang sinyal Amerika yang invasif tetap menjadi masalah di Prior Park Landscape Garden di Bath, yang sebelumnya telah menyebabkan kerugian senilai jutaan poundsterling.
Manajer taman dan area luar ruangan Piers Horry mengatakan bahwa begitu spesies invasif menetap di suatu lingkungan, akan sulit untuk menghilangkannya.
"Kami telah mencoba membasmi mereka, tetapi kami terkejut betapa cepatnya populasi itu meningkat pesat setelah kerusakan diperbaiki. Kami sedang mempertimbangkan metode lain, seperti kemungkinan memperkenalkan predator, untuk mengatasi masalah ini," ujarnya.