×
Ad

Ngeri! Studi Temukan 96% Tuna Terinfeksi Cacing Parasit

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 04 Sep 2026 09:45 WIB
Ngeri! Studi Temukan 96% Tuna Terinfeksi Cacing Parasit Foto: via Sciencealert
Jakarta -

Sebuah studi di Brasil menemukan fakta mengejutkan tentang ikan tuna. Sebanyak 96% tuna skipjack yang diperiksa peneliti diketahui terinfeksi cacing parasit, termasuk pada jaringan otot atau daging yang biasa dikonsumsi manusia.

Penelitian yang dilakukan tim dari Federal University of Santa Catarina, Brasil, tersebut memeriksa 53 ekor tuna skipjack (Katsuwonus pelamis). Dari seluruh sampel, peneliti menemukan lebih dari 1.600 cacing parasit.

Hasil penelitian dipublikasikan sebagai brief communication di jurnal Ocean and Coastal Research. Perlu dicatat, angka 96% tersebut hanya menggambarkan sampel dalam studi dan bukan berarti 96% tuna di Brasil atau dunia terinfeksi parasit.

Tuna skipjack merupakan spesies yang banyak dikonsumsi manusia. Ikan yang juga dikenal sebagai oceanic bonito atau katsuo ini antara lain digunakan untuk produk tuna kalengan dan hidangan berbahan ikan mentah.

A) Tuna yang diotopsi; (B) Organ dalam: (1) limpa, (2) jantung, (3) usus, (4) kantung empedu, (5) hati, (6) gonad, (7) mata; Jaringan yang terinfeksi: (C) Rhadinorhynchus sp.; (D) Trypanorhyncha; dan (E) Anisakis sp. Foto: Maia de Aquino et a., Ocean Coast. Res. , 2026 via Sciencealert

Cacing Parasit Ditemukan di Daging Tuna

Dengan bantuan mikroskop, peneliti memeriksa sejumlah organ tuna. Hasilnya, ginjal dan jantung menjadi satu-satunya organ yang selalu bebas parasit pada seluruh sampel.

Usus mencatat tingkat infeksi tertinggi, kemudian jaringan otot atau daging yang biasa dikonsumsi manusia, disusul lambung. Dua kelompok cacing yang dominan diidentifikasi sebagai Trypanorhyncha dan Anisakis.

Karakteristik morfologi parasit yang ditemukan pada Katsuwonus pelamis . Foto: Maia de Aquino et a., Ocean Coast. Res. , 2026 via Sciencealert

"Temuan ini menegaskan pentingnya inspeksi kesehatan dan eviserasi segera untuk mencegah larva berpindah dari organ dalam ke daging ikan," tulis tim peneliti dalam laporannya.

Skipjack termasuk komoditas perikanan penting. Secara global, spesies ini menjadi spesies laut ketiga yang paling banyak ditangkap pada 2022, dengan total tangkapan sekitar 3,1 juta ton.

Meski hasilnya mencolok, penelitian ini memiliki keterbatasan. Sampelnya hanya 53 ikan dan dikumpulkan pada satu titik waktu, sehingga hasil tersebut belum bisa digunakan untuk menggambarkan kondisi tuna secara global.

Cacing anisakid di dalam fillet salmon kalengan. Foto: Natalie Mastick/Universitas Washington via Sciencealert



Simak Video "Video: Teman Bisik, Bantu Tuna Netra Nikmati Sepak Bola"


(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork