×
Ad

Arab Saudi Akan Gelap Siang Hari untuk Pertama Kali dalam 75 Tahun

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 02 Agu 2026 05:45 WIB
Kawasan bersejarah Al Balad, Jeddah, Arab Saudi (Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko)
Jakarta -

Arab Saudi akan mengalami gelap gulita pada siang hari dalam waktu sekejap. Hal itu dikarenakan, negara satu ini menjadi salah satu lokasi terbaik di dunia untuk menyaksikan Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027.

Fenomena langka ini bukan hanya menarik perhatian para astronom, tetapi juga diperkirakan akan mendatangkan ribuan pemburu gerhana dari berbagai negara karena menjadi gerhana matahari total pertama yang melintasi wilayah kerajaan tersebut dalam 77 tahun terakhir.

Mengutip Gulf News, Minggu (2/8/2026) gerhana ini akan menjadi yang pertama sejak 1952. Kala itu, peristiwa tersebut dikenal masyarakat sebagai Year of Darkness atau Tahun Kegelapan karena langit berubah gelap di siang hari ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari.

Menurut Kepala Jeddah Astronomical Society, Majed Abu Zahra, jalur totalitas gerhana akan dimulai dari pesisir Laut Merah sebelum melintasi sejumlah kota besar di Arab Saudi bagian barat dan barat daya, termasuk Makkah, Jeddah, Taif, Al Baha, Al Qunfudhah, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran.

Sementara wilayah lain di Arab Saudi tetap dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian dengan tingkat penutupan Matahari yang berbeda-beda.

Majed Abu Zahra mengatakan bahwa selama fase totalitas, kondisi siang hari akan berubah menyerupai senja. Suhu udara diperkirakan turun secara signifikan, sementara korona Matahari-lapisan atmosfer terluar Matahari-akan terlihat jelas bersama beberapa bintang dan planet.

"Cahaya siang akan meredup menyerupai suasana senja selama fase totalitas. Fenomena ini disertai penurunan suhu yang terasa, kemunculan korona Matahari, serta terlihatnya beberapa bintang dan planet di langit," ucapnya.

Pakar cuaca dan iklim Arab Saudi, Khaled Al Zaaq, menyebut gerhana tersebut akan berlangsung hingga 5 menit 55 detik di beberapa lokasi. Durasi itu menjadikannya sebagai salah satu gerhana matahari total terlama yang dapat diamati di kawasan Timur Tengah sepanjang abad ke-21.

Selain korona Matahari, pengamat juga berpeluang menyaksikan dua fenomena yang paling diburu dalam setiap gerhana total, yakni diamond ring effect atau efek cincin berlian yang muncul sesaat sebelum dan sesudah totalitas, serta Baily's beads, yaitu kilatan cahaya Matahari yang tampak seperti untaian mutiara di tepi Bulan.

Fenomena ini diperkirakan akan menarik minat besar dari kalangan ilmuwan, fotografer, hingga wisatawan astronomi dari berbagai penjuru dunia. Jalur totalitas yang melintasi kota-kota besar membuat Arab Saudi diprediksi menjadi salah satu destinasi utama untuk menyaksikan gerhana tersebut.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak melihat Matahari secara langsung tanpa menggunakan kacamata gerhana bersertifikat atau peralatan khusus karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.



Simak Video "Video Spanyol Usai Libas Arab Saudi: Analisisnya Positif, Jadi Makin PD"

(agt/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB