Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Katak Misterius Ditemukan di Lereng Merapi, Ternyata Spesies Baru!

Katak Misterius Ditemukan di Lereng Merapi, Ternyata Spesies Baru!


Adi Fida Rahman - detikInet

Ini Katak Semak Asli Jawa dari Lereng Merapi, Dinamakan Philautus candrageni
Katak Misterius Ditemukan di Lereng Merapi, Ternyata Spesies Baru! Foto: Dok BRIN
Daftar Isi
Jakarta -

Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies katak semak baru di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta. Katak endemik Pulau Jawa tersebut diberi nama ilmiah Philautus candrageni.

Philautus candrageni memiliki ciri morfologi, genetik, dan suara panggilan yang berbeda dari spesies katak semak lainnya. Penemuan ini menambah jumlah spesies endemik dalam genus Philautus yang diketahui hidup di Pulau Jawa.

Penelitian tersebut dipimpin Alamsyah Elang Nusa Herlambang dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN bersama sejumlah kolaborator. Tim melakukan survei lapangan dan menganalisis spesimen selama beberapa tahun untuk memastikan katak misterius itu benar-benar merupakan spesies baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Ciri-ciri Philautus candrageni

Menurut Alamsyah, Philautus candrageni mempunyai ukuran tubuh sedang dengan struktur kepala yang khas. Bagian canthus rostralis atau area antara mata dan hidungnya terlihat tegas, sedangkan kulit bagian punggung relatif halus.

Katak semak ini juga mempunyai suara panggilan unik ketika memasuki musim kawin. Panggilannya terdiri dari tiga macam nada yang membedakannya dari spesies Philautus lain.

"Philautus candrageni memiliki ukuran tubuh sedang. Struktur kepalanya memiliki canthus rostralis (area antara mata dengan hidung) yang tegas. Katak semak ini juga punya tekstur kulit dorsal (punggung) yang relatif halus. Ketika hendak kawin, katak ini punya pola panggilan unik yang terdiri dari tiga macam nada," jelas Alamsyah.

Identifikasi spesies dilakukan menggunakan pendekatan taksonomi integratif. Metode ini menggabungkan pengamatan morfologi, analisis filogenetik molekuler menggunakan DNA mitokondria, serta kajian bioakustik terhadap suara panggilan katak.

Kombinasi ketiga metode tersebut membantu peneliti mengungkap cryptic diversity atau keragaman tersembunyi. Hewan yang sekilas terlihat serupa ternyata dapat berasal dari garis evolusi dan spesies berbeda.

Hanya Ditemukan di Lereng Merapi

Survei lapangan dilakukan secara intensif sejak 2017 hingga 2025 di sejumlah kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi penelitian meliputi Gunung Ungaran, Pegunungan Menoreh, dan Gunung Merapi.

Tim turut mengkaji koleksi spesimen yang tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dan Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) BRIN.

Hasil penelitian menunjukkan persebaran Philautus candrageni sangat terbatas di lereng Gunung Merapi. Katak tersebut ditemukan hidup di kawasan perkebunan dan habitat pegunungan pada ketinggian menengah.

Dalam penelitian yang sama, tim BRIN juga memperjelas status taksonomi Philautus jacobsoni. Katak berstatus terancam punah itu memiliki persebaran sangat terbatas dan sempat dimasukkan dalam kelompok lost species atau spesies yang lama tidak ditemukan.

Ini Katak Semak Asli Jawa dari Lereng Merapi, Dinamakan Philautus candrageniIni Katak Semak Asli Jawa dari Lereng Merapi, Dinamakan Philautus candrageni Foto: Dok BRIN

Terancam Perubahan Lingkungan

Persebaran yang terbatas membuat Philautus candrageni rentan menghadapi perubahan lingkungan. Penurunan kualitas habitat akibat aktivitas manusia dan perubahan ekosistem pegunungan dapat mengancam kelangsungan populasinya.

"Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi yang lebih terarah untuk menjaga habitat alami spesies endemik agar keberlangsungan populasinya tetap terjaga di alam," kata Alamsyah, dikutip dari keterangan BRIN.

Penemuan Philautus candrageni menambah data keanekaragaman amfibi Indonesia, khususnya katak endemik Jawa. Temuan ini sekaligus menunjukkan masih banyak kekayaan hayati Indonesia yang belum sepenuhnya terungkap.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Zootaxa Volume 5768 edisi Maret 2026. Makalahnya berjudul Revisiting the Taxonomy of Javan Philautus (Anura: Rhacophoridae), with the Description of a New Species.

Saksikan Live DetikPagi:


(afr/afr)






Hide Ads