×
Ad

Diejek Turis AS karena Tak Ada AC, Politikus Prancis Berang

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 03 Jul 2026 16:06 WIB
Diejek Turis AS karena Tak Ada AC, Politikus Prancis Murka. Foto: REUTERS/Abdul Saboor
Paris -

Seorang politisi Prancis menyalahkan warga Amerika Serikat terkait penggunaan AC di negara tersebut yang minim. Padahal, Prancis dilanda gelombang panas pemecah rekor yang dilaporkan menyebabkan lebih dari 1.300 kematian.

Setelah para turis AS mengejek sudut-sudut Prancis karena minimnya AC di tengah suhu sekitar 40 derajat Celsius, Audrey Pulvar, Wakil Wali Kota Paris untuk urusan hubungan internasional, mengklaim situasi tersebut sebagian merupakan kesalahan Amerika.

"Kepada para jurnalis dan influencer media sosial Amerika yang terhormat: selama beberapa hari ini, beberapa dari Anda telah mengkritik dan mengolok-olok Paris karena kota ini tidak memiliki AC di setiap ruangan. Ya Tuhan, ini sungguh ironis!" tulis Pulvar di media sosial.

"Sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kedua dunia, Anda memikul tanggung jawab sangat besar atas pemanasan global dan konsekuensi yang sedang kami alami di Prancis. Kota-kota Anda, yang 90 persen dilengkapi AC, tidak lepas dari hal ini. Jadi tolong, hentikan ceramahnya. Mulailah lakukan bagian Anda," tambahnya.

Dikutip detikINET dari New York Post, Prancis sejak lama enggan menggunakan AC, hanya 25% rumah tangga negara tersebut dilengkapi perangkat pendingin ruangan. Keengganan memasang AC ini dikaitkan dengan kekhawatiran terhadap lingkungan, budaya, serta peraturan bangunan yang ketat, walau keadaan mulai berubah seiring dengan musim panas yang kian panas.

Perselisihan antara Pulvar dan warga Amerika ini terjadi di tengah gelombang panas yang memecahkan rekor di Eropa, di mana Prancis mengalami lonjakan angka kematian yang membuat kamar-kamar jenazah kewalahan menampungnya.

Otoritas Prancis mengatakan sebagian besar korban jiwa adalah lansia. Ilmuwan menyatakan gelombang panas saat ini yang dimulai pada 20 Juni, adalah yang terburuk yang pernah tercatat di Eropa, wilayah di mana iklim berubah lebih cepat daripada rata-rata global.

World Weather Attribution, kolaborasi ilmuwan yang berbasis di Eropa, menerbitkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa gelombang panas yang terjadi saat ini mustahil terjadi tanpa adanya perubahan iklim. Gelombang panas saat ini bahkan melampaui bencana gelombang panas tahun 2003, yang menjadi penyebab kematian 15.000 orang di Prancis.



Simak Video "Video: Upgrade AC di Transmart Full Day Sale Aja, Diskonnya Gak Main-main!"

(fyk/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork