×
Ad

Misteri Gempa Kembar Venezuela Bingungkan Ilmuwan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 26 Jun 2026 10:15 WIB
Kerusakan akibat gempa Venezuela. Foto: REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria
Jakarta -

Venezuela dilanda gempa bumi terbesar dalam lebih dari seabad terakhir. Peristiwa tersebut, menurut Survei Geologi AS (USGS), merupakan fenomena langka gempa ganda (doublet) yang tidak hanya satu, melainkan dua gempa Bumi besar sekaligus. Namun beberapa ilmuwan masih ragu apakah ini adalah gempa ganda.

Gempa ganda terjadi ketika dua gempa dengan magnitudo serupa terjadi dalam waktu sangat berdekatan. Dalam kasus ini, gempa bermagnitudo 7,2 mengguncang wilayah utara Venezuela dan diikuti gempa magnitudo 7,5 hanya selang 39 detik kemudian.

"Gempa bumi ganda sangatlah destruktif. Perbedaan utamanya adalah gempa ganda memiliki energi setara, sedangkan gempa tunggal dan gempa susulan yang lebih kecil kekuatan energinya lebih rendah," kata Raul Perez-Lopez, ilmuwan gempa Institut Geologi dan Pertambangan Spanyol.

Namun, beberapa peneliti berspekulasi data tambahan selama beberapa hari mendatang mungkin bisa mengungkap peristiwa tersebut sebenarnya disebabkan satu gempa Bumi besar, alih-alih dua gempa.

"Mungkin butuh waktu beberapa hari atau lebih bagi seismolog untuk benar-benar menyusun rentetan peristiwa tersebut. Dan setelahnya pun mereka mungkin belum punya kesimpulan pasti mengenai apakah itu satu gempa atau dua gempa," ujar Judith Hubbard, ilmuwan gempa Universitas Cornell.

Gempa ganda memang langka, meskipun wilayah ini tidak asing dengan fenomena tersebut. Gempa ganda lebih lemah dengan magnitudo 6,2 dan 6,3 pernah melanda kawasan itu September 2025.

"Kami belum benar-benar memahami dengan baik patahan mana yang menghasilkan gempa ganda dan mana yang tidak, atau apakah memang ada jenis patahan tertentu yang memicu gempa ganda," tambah Hubbard yang dikutip detikINET dari CNN.

Gempa bumi terjadi ketika dua lempeng tektonik yang bergerak saling tersangkut, menumpuk tekanan, dan kemudian tiba-tiba melepas energi yang terpendam. Wilayah utara Venezuela sering mengalami gempa besar, namun selama satu abad terakhir kawasan ini hanya mengalami tujuh gempa dengan magnitudo 6 atau lebih.

Data yang Ambigu

Karena rentetan gempa ini terjadi begitu cepat, Hubbard mengatakan bahwa mengonfirmasi adanya dua gempa bisa sulit jika hanya mengandalkan data awal dan ada beberapa kemungkinan penjelasan lain.

Dalam kasus Venezuela, denyut seismik pertama yang memicu gempa 7,2 bisa saja memicu efek domino ke denyutan lain yang kemudian membesar jadi gempa susulan lebih kuat. Jika guncangan ini merupakan dua denyut dari satu rekahan yang sama, Hubbard menyebutkan peristiwa ini setara dengan gempa tunggal magnitudo 7,6. Jadi secara teknis, bisa jadi ini adalah satu gempa raksasa.

Namun dalam laporan awal sejauh ini, USGS menyebut ada dua gempa berbeda yang terpisah jarak sekitar 5 hingga 10 kilometer, memunculkan kemungkinan bahwa gempa yang satu memicu gempa yang lainnya.

Memastikan apa yang sebenarnya terjadi bisa menjadi hal yang rumit di tengah besarnya kerusakan. Data satelit, yang seharusnya tersedia beberapa hari ke depan, mungkin dapat mengungkap pergerakan patahan dan menawarkan lebih banyak petunjuk tentang patahan mana yang baru saja hancur.

Walaupun jarang terjadi, gempa ganda selalu menyita perhatian besar ketika terjadi. Di 2023, sepasang gempa bumi bermagnitudo 7,8 dan 7,7 melanda Turki dan Suriah. Kedua gempa itu terjadi dengan selang waktu sembilan jam dan memicu kerusakan masif.



Simak Video "Video: Gen Z dalam Kepungan Algoritma"

(fyk/fyk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork