Ilmuwan menemukan bunglon seukuran ujung jari, dan secara mengejutkan punya genital yang super besar. Penemuan ini terjadi pada 2021 dan para ilmuwan telah mempublikasikannya di jurnal Scientific Reports.
"Dibutuhkan banyak kesabaran dan ketelitian," kata salah satu penulis, Mark D Scherz, kepada IFLScience, mengenai penemuan itu.
"Dengan latihan, seseorang bisa menjadi cukup mahir, tetapi kami sering bekerja sama dengan pemandu lokal yang merupakan ahli khusus dalam menemukan bunglon kecil ini," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2012, bunglon kecil Brookesia micra didokumentasikan untuk pertama kalinya. Saat itu diyakini sebagai yang terkecil di dunia, hingga spesies yang lebih kecil lagi muncul dan merebut gelar tersebut. Spesies itu diberi nama Brookesia nana.
"'Nana' berasal dari akar kata Latin/Yunani yang sama yang memberi kita awalan 'nano-' yang kita gunakan untuk hal-hal seperti 'nanoteknologi' untuk menunjukkan ukuran yang sangat kecil," jelas Scherz.
Spesies ini mengimbangi kekurangan ukurannya dengan apa yang digambarkan para peneliti sebagai alat kelamin yang sangat besar. Untuk keamanan, bunglon jantan biasanya menyembunyikan alat kelaminnya, yang disebut hemipenes.
Terkadang, bunglon jantan mungkin memilih untuk mengeluarkan udara dari alat kelaminnya dan menggerakkannya. Mereka juga mengeluarkannya untuk kawin. Hebatnya, ketika dikeluarkan dan dipamerkan, hemipenes B. nana kira-kira 18,5% dari ukuran tubuhnya.
Alasan mengapa bunglon ini punya alat kelamin yang besar, peneliti menduga itu adalah hasil dari ukuran tubuh betina yang jauh lebih besar. Agar berhasil bereproduksi, alat kelamin jantan perlu dapat berfungsi secara mekanis dengan alat kelamin betina.
Hemipenes B. nana adalah salah satu yang terpanjang di antara bunglon kecil, tetapi tidak sepenuhnya menempati posisi teratas. Brookesia tuberculata, yang hanya berukuran 18,3 - 20,1 milimeter dari moncong hingga kloaka, telah mengungguli yang lain dengan ekstensi bawaan pada hemipenes yang membuat keseluruhan ukuran mencapai lebih dari 30% ukuran tubuh jantan.
Lebih lanjut, Hemipenes B. nana ini ditemukan di Madagaskar yang merupakan surga keanekaragaman hayati serta sumber spesies baru.
"Kami terus-menerus mengidentifikasi spesies baru dari Madagaskar dan mendeskripsikannya," ujar Scherz.
"Bahkan di antara bunglon yang cantik dan karismatik, masih banyak hal yang harus kita pelajari. Sementara itu, kami juga berupaya memahami proses evolusi yang telah melahirkan keanekaragaman hayati Madagaskar yang luar biasa, dan ancaman yang dihadapi keanekaragaman tersebut," tandasnya.
(ask/ask)

