Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Eropa Mendidih Akibat Gelombang Panas, Suhu Tembus 42 Derajat

Eropa Mendidih Akibat Gelombang Panas, Suhu Tembus 42 Derajat


Virgina Maulita Putri - detikInet

Gelombang Panas Eropa, Transportasi dan Acara Dibatalkan
Foto: DW (News)
Jakarta -

Musim panas ekstrem kembali menguji warga Eropa akibat gelombang panas dari Afrika. Suhu panas yang ekstrem sudah memakan korban jiwa di Prancis, dan ribuan sekolah dilaporkan akan ditutup.

Suhu udara di Bordeaux, Prancis diperkirakan akan tembus 42 derajat Celcius. Badan meteorologi Meteo France mengatakan peringatan merah gelombang panas dikeluarkan di 49 wilayah administratif.

"Kita akan menghadapi, setidaknya, beberapa hari cuaca yang sangat, sangat panas. Kita tidak tahu kapan suhu akan mulai turun" kata Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Tiga orang lanjut usia di wilayah Bordeaux, yang berusia antara 80 sampai 95 tahun, meninggal pada akhir pekan lalu akibat masalah kesehatan yang disebabkan oleh gelombang panas. Sekitar 2.700 sekolah di Prancis akan ditutup atau mengubah jadwal pembelajaran untuk karena gelombang panas.

Lonjakan suhu ini disebabkan oleh massa udara panas yang bergerak ke utara dari Sahara, yang didorong oleh sistem tekanan tinggi kuat yang dikenal sebagai 'antisiklon Afrika'.

Ahli meteorologi mengatakan sistem ini menciptakan apa yang disebut 'kubah panas' yang memerangkap udara panas di atas Eropa barat dan tengah sehingga membuat suhu udara meningkat dari hari ke hari.

Di Spanyol, badan meteorologi setempat mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah otonom Basque. Suhu di San Sebastian, salah satu kota di wilayah otonom Basque, akan naik hingga 40 derajat Celsius, padahal lokasinya cukup di utara yang biasanya lebih sejuk.

Bahkan suhu di malam hari juga masih gerah. Di beberapa bagian Spanyol, suhu malam hari berada di kisaran 25 derajat Celsius atau bahkan 30 derajat Celsius di tempat-tempat seperti Provinsi Almeria di barat daya.

Tempat rehabilitasi satwa liar di Eropa kewalahan mengatasi jumlah hewan yang menderita akibat gelombang panas. Burung-burung seperti burung walet, burung layang-layan, burung pipit, dan burung jalak yang membuat sarang di atap rumah sangat terpengaruh suhu yang sangat tinggi.

"Suhu di atas terkadang bisa mencapai 50 bahkan 60 derajat Celsius. Jadi mereka lebih memilih untuk melompat daripada membiarkan diri mereka mati dan benar-benar kepanasan di sarang mereka," kata Romaine de Jaegere, ahli biologi dan pendiri pusat rehabilitasi hewan di Belgia.




(vmp/afr)




Hide Ads