×
Ad

Mengejutkan! Ada Kehidupan Berusia Ribuan Tahun Tumbuh di Mumi Otzi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 09 Jun 2026 12:40 WIB
Foto: (Südtiroler Archäologiemuseum / Eurac / Marco Samadelli-Gregor Staschitz via Smithsonian Magazine)
Jakarta -

Otzi si Manusia Es, mumi pria yang meninggal 5.300 tahun lalu yang terawetkan dan diteliti dengan baik, ternyata merupakan ekosistem dinamis bagi mikroba, yang beberapa di antaranya bertahan hidup selama ribuan tahun.

Dalam analisis DNA terhadap mikroba dalam dan luar tubuh Otzi, ilmuwan mengaitkan beberapa spesies jamur dengan pegunungan dingin tempat ia meninggal. Jamur tersebut kemungkinan mendiami mayatnya dan membeku bersamanya. Daya tahan alami jamur terhadap dingin membuat mereka dalam keadaan dorman namun tetap hidup dan mampu bangkit bahkan setelah ribuan tahun.

Faktanya, beberapa mikroba tersebut bukan sekadar sisa yang tertidur, melainkan mungkin berkembang biak perlahan di kantong-kantong kecil kelembapan mumi tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa umur panjang dan aktivitas mikroba pada jasad purba mungkin lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Ilmuwan berhipotesis bahwa Otzi tidak memiliki rekan manusia saat menghembuskan napas terakhir di Pegunungan Alpen Otztal, namun ia tidak benar-benar sendirian. Triliunan mikroba menghuni tubuhnya saat ia hidup dan menetap di mayatnya, termasuk beberapa mikroba yang berasal dari lokasi tempat ia meninggal.

"Mikroba-mikroba ini memberi kita gambaran unik dan berharga tentang rupa usus manusia pada Zaman Tembaga, sebelum industrialisasi mengubah mikrobioma kita," ujar penulis senior studi tersebut, Frank Maixner, kepala Institute for Mummy Studies di Eurac Research, Bolzano, Italia,

"Kami mengidentifikasi bakteri usus purba terawetkan di tubuh Otzi, yang sangat langka ditemukan pada orang yang menjalani gaya hidup modern dan terindustrialisasi saat ini meski bakteri tersebut masih dapat ditemukan pada orang-orang dengan cara hidup tradisional yang belum terindustrialisasi," jelas Maixner kepada CNN.

Setelah para pendaki menemukan mumi tersebut tahun 1991 di perbatasan Austria-Italia, jasadnya disimpan di South Tyrol Museum of Archaeology di mana ia dibekukan pada suhu sekitar minus 6 derajat Celsius dengan kelembapan relatif 99%. Kondisi ini dibuat mirip dengan gletser tempatnya ditemukan.

Mengelola Mikroba

Untuk penelitian baru, ilmuwan melakukan survei mendetail terhadap mikroba Otzi. Mereka menyelidiki reservoir air di tubuhnya, menyeka bagian luarnya, dan mengambil sampel jaringan internal. Mereka juga memeriksa tanah yang diambil dari bawah mumi saat penggaliannya.

Peneliti juga mengumpulkan dan membiakkan mikroba udara dari ruang penyimpanan mumi dan berhasil membiakkan beberapa mikroba. Lalu, dengan mengekstraksi DNA dari spesimen yang masih hidup maupun yang mati dan memeriksa kerusakan DNA-nya, ilmuwan dapat mengidentifikasi spesies jamur dan bakteri, serta memperkirakan apakah mereka purba atau modern.

Hal ini membantu memisahkan mana mikroba yang berasal dari Otzi, mana yang kemungkinan berpindah ke tubuhnya setelah ia meninggal, dan mana yang mungkin masuk belakangan melalui proses penanganan.

Mikroba terumum ditemukan pada jaringan permukaan Otzi adalah bakteri Methylobacterium dan Sphingomonas, yang dibawa manusia melalui penanganan modern. Jenis bakteri lain, Staphylococcus, diyakini berasal dari mikrobioma mumi tersebut.

Empat jenis ragi - Glaciozyma, Goffeauzyma, Mrakia, dan Phenoliferia - ditemukan di dalam dan luar tubuh Otzi. Kemiripan genetik dengan jamur yang beradaptasi dengan suhu dingin yang ditemukan di tempat seperti Antartika menunjukkan bahwa ini mikroba lingkungan dan kerusakan DNA signifikan mengaitkannya dengan ekosistem purba pegunungan Alpen tempat Otzi berada.

Beberapa dekade sejak penemuan, ilmuwan menyatukan banyak petunjuk tentang kehidupan dan kematiannya yang tragis di usia sekitar 46 tahun. Makanan terakhirnya meliputi biji-bijian, tumbuhan, serta daging rusa dan ibex. Luka sayat di tangannya dan panah di bahunya menunjukkan hari-hari terakhirnya diwarnai kekerasan. Ia kemungkinan besar tewas kehabisan darah.

Ia memiliki 61 tato, yang merupakan salah satu tato tertua di dunia. Endapan kalsium di jantungnya mengisyaratkan adanya masalah jantung. Ususnya mengandung Helicobacter pylori, mikroba yang terkait kanker lambung dan bisul.



Simak Video "Penemuan Kerangka Manusia Purba 6800 Tahun di Jerman "

(fyk/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork