Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Antartika Geger, Peneliti Korea Ancam Rekan dengan Pisau

Antartika Geger, Peneliti Korea Ancam Rekan dengan Pisau


Fino Yurio Kristo - detikInet

Antartika dilaporkan menjadi satu-satunya benua yang tidak memiliki kasus infeksi virus Corona. Dan para penduduk akan berjuang untuk tetep seperti itu.
Antartika. Foto: Robert Taylor/British Antarctic Survey via AP
Jakarta -

Seorang anggota ekspedisi di Antarktika yang diduga mengancam rekan-rekannya dengan pisau besar dipulangkan dari stasiun penelitian Korea Selatan melalui evakuasi darurat. Menurut media Korea, insiden tersebut terjadi di Stasiun Jang Bogo.

Rekaman CCTV yang disiarkan media Korea menunjukkan seorang pria berjalan menaiki tangga sambil membawa sesuatu yang tampak seperti senjata rakitan. Rekaman lainnya menunjukkan para anggota ekspedisi berlarian dari dapur stasiun.

"Sekitar pukul 19.20 waktu setempat tanggal 13 April, sebuah insiden keamanan terjadi di Stasiun Sains Jang Bogo di Antarktika, di mana seorang anggota tim peneliti yang bertugas selama musim dingin mengancam anggota lainnya dengan sebuah senjata," ungkap Korea Polar Research Institute (KOPRI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Setelah menyadari situasi tersebut, pimpinan stasiun beserta jajarannya segera memisahkan pria itu dari anggota tim lainnya," tambah mereka yang dikutip detikINET dari ABC.

Pria tersebut diisolasi dari 17 orang lainnya hampir tiga minggu sebelum otoritas dapat mengirim penerbangan. "KOPRI memutuskan segera memulangkannya secara darurat. Meski penerbangan reguler dihentikan karena mulainya musim dingin dan cuaca memburuk, KOPRI berhasil mengamankan transportasi darurat," tambahnya.

Pria itu dievakuasi dari stasiun pada 7 Mei dan diterbangkan kembali ke Korea. "Penyelidikan formal saat ini sedang dilakukan oleh pihak kepolisian," kata KOPRI.

Ini bukan pertama kalinya perilaku mengancam terjadi di pangkalan-pangkalan terisolasi di Antarktika, di mana tidak ada polisi untuk menangani pelanggaran hukum.

Hanne Nielsen, dosen hukum di University of Tasmania, mengatakan bahwa pernah ada kasus kriminal tingkat tinggi lainnya di benua es tersebut. Tahun lalu, muncul laporan tentang sebuah insiden di stasiun SANAE IV milik Afrika Selatan di mana ada anggota sempat mengancam akan membunuh seseorang,

Dalam insiden tahun 2018, seorang ilmuwan Rusia dituduh menikam dada rekannya. Di 1959 , seorang ilmuwan di stasiun Rusia lainnya dilaporkan membunuh seorang rekan dengan kapak es setelah kalah bermain catur.

Dr. Nielsen menyebut berbagai masalah di Antarktika terkadang memburuk dengan sangat cepat karena besarnya tantangan hidup dan bekerja di tempat yang tertutup dan terpencil untuk waktu yang lama.

Para anggota ekspedisi biasanya menjalani penilaian psikologis komprehensif sebelum diizinkan bergabung ke Antarktika. Dr. Nielsen menekankan bahwa mendapatkan kombinasi orang yang tepat dengan karakter sesuai adalah kunci keberhasilan dalam misi jangka panjang di sana.




(fyk/afr)
TAGS






Hide Ads