×
Ad

Misteri 'Bola Emas' Misterius di Dasar Laut Akhirnya Terbongkar

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 28 Apr 2026 13:09 WIB
Foto: Live Science
Jakarta -

Misteri tentang obyek berupa gumpalan mengilap yang ditemukan di dasar laut akhirnya terpecahkan. Ketika bola emas aneh itu ditemukan dalam penyelaman di perairan Alaska tahun 2023, ahli biologi kelautan kebingungan.

Ekspedisi Seascape Alaska 5 dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menemukan objek halus itu menempel erat pada sebuah batu sekitar 3,2 kilometer di bawah Samudra Pasifik. Kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh membawanya ke permukaan untuk dipelajari lebih lanjut di atas kapal Okeanos Explorer.

Namun setelah pemeriksaan lebih dekat, mereka tetap tidak dapat mengidentifikasinya. Ada banyak teori tentang benda apa itu. Mungkin itu adalah telur, spons, atau kumpulan mikroba. "Semua orang berpikir, apa-apaan ini? Benda apa itu?" kata Allen Collins, ahli zoologi di Smithsonian National Museum of Natural History kepada Live Science yang dikutip detikINET.

Ia memimpin analisis yang akhirnya mengungkap apa bola tersebut. Ternyata itu adalah sesuatu yang disekresikan (dikeluarkan) makhluk laut dalam misterius bernama Relicanthus daphneae.

"Hal pertama yang kami cari adalah anatomi kasarnya. Apakah ada mulut di suatu tempat? Bisakah kita menemukan otot? Hal semacam itu yang akan memberi tahu kita benda itu adalah jenis hewan tertentu. Dan kami tidak menemukan satu pun dari hal-hal tersebut," jelasnya.

Langkah selanjutnya adalah meletakkannya di bawah mikroskop. Terungkap jaringan tersebut mengandung nematosista, sel penyengat ciri khas filum Cnidaria, yang mencakup lebih dari 11.000 spesies avertebrata air, seperti ubur-ubur, hidroid, anemon laut, dan karang. Sel penyengat ini adalah spirosista, yang menurut Collins unik bagi kelas Hexacorallia. Temuan ini mempersempit kemungkinannya menjadi sekitar 4.000 spesies.

Selanjutnya, tim mencoba tes genetik dan mendeteksi DNA dari banyak mikroba, serta organisme. Saat itulah Estefania Rodriguez, kurator avertebrata laut di American Museum of Natural History, ikut terlibat. Ia mengenali jaringan tersebut sebagai kutikula. Berarti bola emas tersebut adalah struktur yang disekresikan anemon di bagian bawah tubuh untuk merekatkan diri pada batu.

"Sangat menyenangkan akhirnya memiliki jawaban tentang apa 'bola emas' itu, dan seperti yang sering terjadi di laut dalam, ini adalah kejutan. Dari penampilannya saja, kami tidak menyangka itu adalah sisa-sisa dari hewan mirip anemon," kata Jon Copley, ahli ekologi kelautan University of Southampton di Inggris.

Ilmuwan belum sepakat ke kelompok mana R. daphneae diklasifikasikan. Data genetik dari studi tahun 2019 menunjukkan hewan ini tidak masuk dalam kelompok taksonomi saat ini dan berada di kelompok saudara dari anemon sejati, sehingga harus disebut mirip anemon.

Namun Rodriguez masih yakin makhluk itu anemon. "Secara morfologi ia adalah anemon, dan saya yakin itu adalah anemon. Kami hanya belum memiliki cukup sampel untuk membuktikannya," sebutnya. Ia menduga hewan tersebut mungkin berasal dari garis keturunan anemon purba, membuatnya sulit diklasifikasikan.

Terlepas dari kelompok mana ia berada, R. daphneae kemungkinan menyekresikan kutikula untuk menempel pada batu, tapi dapat melepaskan diri untuk pindah ke lokasi yang lebih baik dan menempel dengan membuat kutikula baru. Itulah sebabnya bola emas tersebut tertinggal di sana.



Simak Video "Video: Ilmuwan Harvard Ngaku Temukan Lokasi Tuhan Berada "

(fyk/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork