×
Ad

Gajah Memang Unik, Tapi Soal Menyembah Bulan Itu Hoax

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 19 Apr 2026 22:10 WIB
Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
Jakarta -

Saking uniknya gajah, banyak orang jahil menyebar informasi palsu di ruang digital dan banyak yang percaya. Salah satunya hoax soal gajah punya agama dan menyembah bulan, yang sempat tercantum di Wikipedia.

Pada era Twitter, sebelum berubah nama jadi X, ada netizen yang menyebarkan informasi bahwa gajah memiliki agama dan menyembah Bulan. Dengan bersemangat, @Scholf_A_Loaf menuliskan cuitan.

"Mengapa tidak ada yang memberitahuku bahwa gajah memiliki agama dan menyembah bulan? Siapa yang menyembunyikan informasi ini dariku?" tanyanya.

Melansir IFLScience, Minggu (19/4/2026) dia pun menyertai tangkapan layar dari Wikipedia yang berbunyi sebagai berikut:

"Ronald K. Siegel telah mempelajari cikal bakal kepercayaan religius pada gajah Afrika dan menyimpulkan bahwa 'gajah menyadari siklus alam, karena mereka mempraktikkan "pemujaan bulan," melambaikan ranting ke arah bulan sabit dan melakukan ritual mandi ketika bulan purnama.' Pengamatan oleh Pliny the Elder juga mencatat dugaan penghormatan gajah terhadap benda-benda langit."

Pertama, ini menjadi pelajaran bahwa seseorang harus mengecek sumber informasi yang dia terima agar jangan sampai menjadi korban hoax. Sekarang, kalau kamu membuka entri Wikipedia, kamu akan melihat bahwa bagian tersebut telah dihapus karena kontroversial. Kutipan pada halaman arsip untuk karya Ronald K. Siegel mengarahkan pembaca ke 'The Psychology of Life After Death', yang ditulis pada tahun 1980.

Makalah ini memang menyatakan bahwa 'gajah menyadari siklus alam, karena mereka mempraktikkan pemujaan bulan, melambaikan ranting ke bulan sabit dan melakukan ritual mandi ketika bulan purnama, tetapi sebagai referensi mencantumkan karya Ronald K. Siegel, dari tahun 1977.

Makalah ini mencantumkan C. Clair sebagai referensi, yang pada gilirannya mengutip Plinius Tua sebagai sumber informasi awal. Plinius (meskipun memberi kita banyak catatan berharga dari setelah SM beralih ke Masehi) juga menuliskan banyak informasi yang sangat tidak akurat yang harus kita telusuri terlebih dahulu.

Di antara klaim-klaim fantastis lainnya tentang gajah, ia pernah menulis bahwa gajah dan badak adalah musuh alami. Dia juga mengatakan gajah mengetahui kesenangan cinta dan kemuliaan, dan, pada tingkat yang jarang ditemukan bahkan di antara manusia, memiliki gagasan tentang kejujuran, kebijaksanaan, dan keadilan.

Ia juga percaya anak domba dapat tumbuh dari tanah seperti gulma. Pada intinya, ini bukanlah orang yang tepat untuk dijadikan dasar klaim gajah itu religius, terutama jika ini adalah satu-satunya catatan tentang perilaku tersebut. Jadi bisa dibilang, aneka informasi fantastis soal gajah tersebut adalah tidak ilmiah.

Selain daripada informasi hoax tersebut, pada faktanya gajah adalah hewan yang menarik untuk diteliti. Fakta menarik gajah yang diakui secara ilmiah ialah mereka menunjukkan beberapa tanda 'berkabung' atas kematian sesama gajah, melakukan kunjungan berulang kali ke bangkai gajah yang membusuk, dan mengeluarkan suara di sekitar gajah yang mati. Hal ini menunjukkan tanda-tanda ikatan yang kuat antar hewan. Mereka pun dapat memahami isyarat manusia.



Simak Video "Video Bayi Gajah Lahir di Kebun Binatang Washington, Penantian 25 Tahun"

(ask/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork