×
Ad

Pemecah Rekor Apollo Siap Kembali ke Pelukan Bumi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 09 Apr 2026 19:15 WIB
Kru Artemis II. Foto: via REUTERS/NASA
Jakarta -

Empat astronaut Artemis II menorehkan sejarah dan kini siap kembali ke Bumi. Mereka menempuh jarak 400.171 kilometer dari Bumi, melampaui rekor jarak terjauh penerbangan antariksa berawak yang sebelumnya dicetak misi Apollo 13 tahun 1970. Di titik terjauh, kru pesawat Orion menempuh jarak sekitar 406.771 kilometer sebelum berputar kembali menuju planet ini.

Astronaut Kanada, Jeremy Hansen, menanggapi pencapaian itu dengan rendah hati. "Seiring keberhasilan kita melampaui jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari planet Bumi, kami melakukannya untuk menghormati upaya dan pencapaian luar biasa dari para pendahulu kita dalam eksplorasi antariksa berawak," ungkapnya yang dikutip detikINET dari BBC.

Para kru kehilangan kontak dengan Bumi selama 40 menit saat mereka melintas di sisi belakang Bulan. Setelah komunikasi kembali tersambung, astronaut Christina Koch berkata: "Senang sekali rasanya bisa mendengar suara dari Bumi lagi."

Segera setelahnya, Orion turun hingga jarak beberapa ribu kilometer dari permukaan Bulan dan kru menyaksikan gerhana Matahari total saat Bulan menghalangi cahaya Matahari.

Saat pesawat antariksa mendekat dan Bulan tampak membesar dari jendela, para astronaut mulai mengerjakan daftar periksa hal-hal yang harus didokumentasikan di permukaannya. Mereka mengambil foto dengan sejumlah kamera digital.

Orion tak direncanakan mendarat di Bulan, melainkan terbang mengelilingi sisi jauh yang tak pernah terlihat dari Bumi. Satelit memang pernah memotret sisi jauh tersebut, namun para astronaut ini adalah manusia pertama yang melihat langsung beberapa bagian permukaan sisi jauh Bulan beserta kawah-kawahnya yang luas dan dataran lavanya.

Setelah penerbangan tersebut, Presiden Trump Donald Trump berbicara dengan tim Orion. Ia kemudian bertanya kepada keempat astronaut tersebut mengenai bagian apa yang paling tak terlupakan dari hari mereka.

"Kami melihat pemandangan yang belum pernah disaksikan manusia mana pun, bahkan oleh Apollo sekalipun, dan itu sangat menakjubkan bagi kami," sebut Komandan Reid Wiseman.

Para kru kini menghadapi beberapa hari yang lebih tenang untuk melakukan pengecekan dan kembali ek Bumi. Mereka akan menghadapi ujian terakhir terjun menembus atmosfer yang membara dengan kecepatan hampir 40.233 kilometer per jam dan pendaratan air dengan parasut di Samudra Pasifik, yang akan menguji perisai panas serta sistem pemulihan kapsul tersebut.

Tim di darat meninjau kembali jadwal masuknya pesawat ke atmosfer Bumi, sementara kru Angkatan Laut menuju ke lokasi pendaratan di lepas pantai California selatan dekat San Diego, di mana kapsul Orion diperkirakan akan mendarat di air pukul 20.07 EDT hari Jumat. Cuaca di lokasi diperkirakan mendukung dengan angin sepoi dan ombak laut sedang.

"Saya akan bisa bernapas lebih lega setelah kita melewati proses re-entry, dan semua kru sudah mengembang parasutnya serta mendarat di air," ujar Administrator NASA, Jared Isaacman.



Simak Video "Video Astronaut Artemis II Terpukau Lihat Bulan dari Dekat: Banyak Keajaiban"

(fyk/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork