×
Ad

Jejak Dinosaurus Berjalan Memutar Bikin Ilmuwan Penasaran

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 16 Mar 2026 14:13 WIB
Foto: SciTechDaily
Jakarta -

Para ilmuwan menemukan jejak kaki dinosaurus yang sangat tidak biasa di Colorado, Amerika Serikat. Jejak ini menunjukkan seekor dinosaurus raksasa berjalan berputar membentuk lingkaran, sebuah perilaku yang jarang terlihat dalam catatan fosil.

Jejak tersebut diperkirakan dibuat sekitar 150 juta tahun lalu oleh dinosaurus jenis sauropoda, kelompok dinosaurus herbivora berleher panjang dan bertubuh sangat besar. Temuan ini memberikan petunjuk baru tentang bagaimana dinosaurus raksasa bergerak di masa lalu.

Dikutip dari SciTechDaily, jejak kaki fosil itu ditemukan dekat kota Ouray, Colorado. Jalurnya cukup panjang, mencapai sekitar 95,5 meter, dan terdiri dari lebih dari 130 jejak kaki yang membentuk lintasan melengkung hingga hampir seperti lingkaran.

Penelitian terhadap jejak tersebut dipimpin oleh Dr. Anthony Romilio, peneliti dari Dinosaur Lab di University of Queensland. Ia mempelajari setiap jejak kaki untuk memahami bagaimana dinosaurus itu bergerak di tanah purba.

"Jejak dinosaurus yang membentuk lingkaran sangat jarang ditemukan," ujar Romilio.

Para peneliti menduga, jejak tersebut dibuat oleh dinosaurus sauropoda yang hidup pada periode Jura. Sauropoda dikenal sebagai salah satu hewan darat terbesar yang pernah hidup di Bumi, dengan tubuh besar, ekor panjang, dan leher yang sangat panjang.

Jejak kaki tersebut juga memberikan informasi tentang bagaimana berat tubuh dinosaurus didistribusikan saat berjalan, karena beberapa jejak terlihat lebih dalam dibandingkan yang lain.

Salah satu hal yang menarik perhatian ilmuwan adalah perbedaan antara jejak kaki kiri dan kanan. Analisis menunjukkan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara langkah-langkah tersebut.

Menurut Romilio, hal itu bisa mengindikasikan bahwa dinosaurus tersebut mungkin sedikit pincang atau memiliki kecenderungan menggunakan satu sisi tubuh lebih dominan. "Kami menemukan perbedaan yang jelas antara langkah kiri dan kanan," kata Romilio.

Namun ia menegaskan bahwa penyebabnya masih belum bisa dipastikan. "Apakah ini karena cedera lama atau hanya kebiasaan bergerak, kita tidak bisa memastikannya," jelasnya. Bagi para ilmuwan, jejak kaki seperti ini sangat berharga karena memberikan informasi yang tidak bisa diperoleh dari tulang fosil saja.

Jejak kaki hanya terbentuk saat hewan masih hidup dan bergerak. Karena itu, jalur jejak dapat mengungkap cara dinosaurus berjalan, berbelok, atau bahkan perilaku mereka saat beraktivitas.



Simak Video "Video: Paleontolog Temukan Fosil Dinosaurus yang Hidup 230 Juta Tahun Lalu"

(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork