×
Ad

NASA Akui Insiden Astronot Terdampar Kegagalan Tingkat Tertinggi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 20 Feb 2026 12:45 WIB
Astronot yang terdampar. Foto: AP/
Jakarta -

NASA dalam laporannya melabeli misi Boeing Starliner 2024 yang gagal dan membuat dua astronaut terdampar di luar angkasa berbulan-bulan, sebagai kecelakaan Tipe A, setara bencana mematikan pesawat ulang-alik di masa lalu.

Kategori tersebut merupakan klasifikasi terparah di badan antariksa itu, dikhususkan untuk insiden yang menyebabkan kerugian lebih dari USD 2 juta, hilangnya kendaraan atau kendali atasnya, atau adanya korban jiwa.

Bos baru NASA, Jared Isaacman, mengecam Boeing sebagai pembuat Starliner serta NASA sendiri atas buruknya pengambilan keputusan dan kepemimpinan yang berujung pada kegagalan misi. Insiden ini menarik perhatian global setelah astronaut terjebak lebih dari sembilan bulan sebelum akhirnya pulang pada Maret lalu.

Isaacman, pilot jet amatir yang menjadi astronaut non profesional pertama yang melakukan spacewalk, mengambil alih jabatan tertinggi NASA akhir tahun 2025 setelah dicalonkan Presiden AS Donald Trump.

Persetujuannya datang setelah proses penuh gejolak. Trump sempat mengajukan nama Isaacman, tapi menariknya kembali di tengah perseteruan dengan bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk, yang merupakan sekutu dekat Isaacman.

Mengenai Starliner, Isaacman menyebut wahana antariksa tersebut menghadapi berbagai masalah pada misi-misi sebelumnya, tapi tetap disetujui. "Hari ini, kami resmi mendeklarasikan kecelakaan Tipe A dan memastikan akuntabilitas kepemimpinan agar situasi seperti ini tidak pernah terulang kembali," tegasnya.

Peringkat Tipe A menempatkan insiden Starliner di level yang sama dengan bencana pesawat ulang-alik Columbia tahun 2003 dan Challenger di 1986. "Meski tak ada korban luka dan misi berhasil mendapatkan kembali kendalinya sebelum berlabuh, penetapan klasifikasi tingkat tertinggi ini mengakui ada potensi terjadinya kecelakaan signifikan."

Penyelidik menyoroti kegagalan perangkat keras, salah langkah kepemimpinan, dan masalah budaya di organisasi. Laporan itu juga menyoroti rekayasa teknis yang buruk dan kurangnya pengawasan di Boeing, yang turut mengubah misi berdurasi 8 hingga 14 hari jadi penderitaan berbulan-bulan bagi astronaut Suni Williams dan Butch Wilmore.

Keduanya harus menunggu lama sebelum mendapat tumpangan pulang dari penerbangan SpaceX pada Maret 2025. Kedua pilot tersebut kini telah pensiun dari NASA. NASA menyatakan akan mengambil tindakan perbaikan untuk mengatasi temuan-temuan tersebut.

"Meski Boeing yang membuat Starliner, NASA-lah yang menerimanya dan meluncurkan dua astronaut ke luar angkasa. Untuk menjalankan misi-misi yang mengubah dunia, kita harus transparan, baik mengenai keberhasilan maupun kekurangan. Kita harus mengakui kesalahan kita dan memastikan hal itu tidak pernah terjadi lagi," ujar Isaacman yang dikutip detikINET dari BBC.



Simak Video "Video: China Hubungi NASA, Tanda Dua Negara Mulai Akur?"

(fyk/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork