Masuk Final Piala Dunia, Ini 9 Penemuan Prancis yang Ubah Dunia

Masuk Final Piala Dunia, Ini 9 Penemuan Prancis yang Ubah Dunia

ADVERTISEMENT

Masuk Final Piala Dunia, Ini 9 Penemuan Prancis yang Ubah Dunia

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 15 Des 2022 13:09 WIB
Kenapa warna bendera Prancis berubah?
Foto: Unsplash/Alice Triquet
Jakarta -

Prancis melaju ke final Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Maroko di laga semifinal. Kalau di ajang Piala Dunia mereka dikenal sebagai juara bertahan, di dunia sains dan teknologi mereka punya sejumlah penemuan yang mengubah dunia.

Di banyak bidang kehidupan, penemuan Prancis telah mengubah cara kita hidup sehari-hari dan bekerja. Berikut adalah beberapa penemuan paling berpengaruh dari Prancis.

1. Balon udara

Balon udara panas pertama di dunia berhasil dibuat oleh Joseph dan Jacques Etienne Montgolfier, dua inovator Prancis asal Vidalon-les-Annonay, dekat Lyons.

Balon pertama mereka diluncurkan pada Desember 1782, dan terbang hingga ketinggian 300m. Balon MontgolfiƩre terbuat dari kertas dan menggunakan udara panas dengan membakar wol dan jerami basah.

Selang beberapa waktu, tibalah waktunya uji coba balon dengan penumpang. Penerbangan pada September 1783 mencapai ketinggian 500m dan berlangsung selama delapan menit.

Beruntung bagi para penumpang yang terdiri dari ayam jantan, domba, dan bebek, mereka bisa kembali mendarat dengan selamat. Peristiwa itu disaksikan oleh Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette yang sedang bertakhta saat itu.

2. Sistem Braille

Braille, sistem membaca dan menulis untuk tunanetra, ditemukan oleh Louis Braille. Pada usia tiga tahun, dia tidak sengaja menusuk dirinya sendiri dengan salah satu alat pembuat sadel milik ayahnya. Infeksi pada mata akibat insiden tersebut membuatnya buta.

Dia pergi ke sekolah untuk pemuda tunanetra di Paris di mana dia belajar bermain cello dan organ. Namun, selalu dibuat frustrasi oleh sistem huruf timbul yang rumit yang digunakan untuk mengajari siswa cara membaca.

Ketika Louis berusia dua belas tahun, seorang mantan perwira tentara Prancis datang ke sekolah untuk mendemonstrasikan kode dua belas titik dan garis terangkat.

Kode itu dirancang untuk digunakan pada malam hari ketika lampu tidak dapat dinyalakan, untuk mengomunikasikan perintah pertempuran. Kode itu sulit dipelajari, tetapi Louis melihat potensinya.

Ketika berusia lima belas tahun, Louis telah mengembangkan sistem yang jauh lebih sederhana hanya dengan menggunakan enam titik sehingga mudah dipindai dengan satu ujung jari.

Louis menjadi guru di sekolah tersebut, tetapi sistem Braille miliknya tidak diadopsi di sana selama masa hidupnya. Enam belas tahun setelah kematiannya, Royal National Institute of the Blind didirikan.

Buku-buku yang menggunakan kode cerdik Braille pun mulai diterbitkan. Sekarang, alat komunikasi tertulis global untuk tunanetra menggunakan kode tersebut. Louis Braille dimakamkan di Pantheon di Paris, sebagai pahlawan nasional Prancis.

3. Makanan kaleng

Menjaga agar pasukan Napoleon Bonaparte tetap mendapat asupan makan yang cukup adalah pekerjaan yang menantang karena mereka selalu berpindah-pindah ke tempat-tempat yang jauh. Tanpa sarana yang memadai untuk mengamankan perbekalan, kelaparan massal bisa menjadi bahaya yang sangat nyata.

Pada tahun 1800, Napoleon menawarkan hadiah sebesar 12.000 franc kepada orang yang dapat menemukan cara mengawetkan makanan untuk memasok jatah makan harian pasukan untuk jangka waktu yang lama. Sembilan tahun kemudian, penghargaan tersebut diberikan kepada pembuat manisan bernama Nicolas Francois Appert.

Metodenya meliputi menyegel botol kaca tebal berisi makanan, membungkusnya dengan kanvas untuk perlindungan, kemudian mencelupkannya ke dalam air mendidih untuk dimasak. Dalam eksperimennya, dia berhasil mengawetkan daging domba. Inovasi berikutnya datang dari orang Prancis lainnya bernama Pierre Durand. Ia memodifikasi penemuan Nicolas dengan beralih dari stoples kaca menggunakan kaleng.

4. Pasteurisasi

Ahli kimia asal Prancis, Louis Pasteur mempelajari proses fermentasi. Ia bertanya-tanya, proses ini dihasilkan oleh organisme mikroskopis selain ragi, yang oleh Pasteur disebut kuman.

Dia berhipotesis bahwa kuman ini mungkin bertanggung jawab atas beberapa penyakit. Pasteur membantah gagasan "generasi spontan" yang menyatakan bahwa organisme dapat muncul dari ketiadaan. Pasteur menunjukkan bahwa organisme berasal dari organisme lain yang sudah ada sebelumnya.

Menerapkan teorinya pada makanan dan minuman, Pasteur menemukan proses pemanasan yang sekarang disebut pasteurisasi, untuk mensterilkan makanan dan membunuh mikro-organisme yang mengkontaminasinya.

Selanjutnya: Aqualung hingga Mesin Jahit

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT