7 Teori Konspirasi Segitiga Bermuda yang Mengerikan

ADVERTISEMENT

7 Teori Konspirasi Segitiga Bermuda yang Mengerikan

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 23 Mei 2022 05:44 WIB
Bermuda
7 Teori Konspirasi Mengerikan tentang Segitiga Bermuda. Foto: Popular Mechanics
Jakarta -

Segitiga Bermuda menjadi istilah yang identik dengan tragedi dan penghilangan kapal, pesawat, dan orang secara misterius dalam imajinasi kolektif kita.

Misteri itu hingga saat ini tak terpecahkan, dan ada banyak teori konspirasi tentang Segitiga Bermuda yang beredar. Berikut adalah tujuh teori tentang Segitiga Bermuda yang paling umum, dikutip detikINET dari Popular Mechanics, Senin (23/5/2022).

1. Atlantis

Penggemar paranormal dan penulis buku "The Bermuda Triangle" Charles Berlitz, mengajukan gagasan bahwa kota Atlantis yang hilang, entah bagaimana bertanggung jawab atas bangkai kapal dan kecelakaan pesawat di Segitiga Bermuda.

Sejak itu, orang-orang tertarik pada teori ini, dengan alasan bahwa teknologi yang dikembangkan oleh Atlantis, termasuk energi kristal, masih aktif di dasar laut. Energi ini menyebabkan kerusakan mekanis pada kapal dan pesawat yang berada di atasnya. Kelemahan terbesar dalam teori ini, tentu saja, adalah bahwa Atlantis kemungkinan tidak nyata.

2. Rogue Wave

Rogue Wave atau Gelombang Rogue, adalah gelombang air yang luar biasa besar dan tidak terduga, biasanya dua kali lebih tinggi dari gelombang di sekitarnya. Beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan di University of Southampton di Inggris mengklaim bahwa perairan Segitiga Bermuda sangat ideal untuk mengundang terjadinya gelombang merusak karena badai bergerak dari semua sisi. Beberapa ombak, menurut para peneliti, bisa mencapai ketinggian 100 kaki.

3. Gaya Magnetik

Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua tempat di Bumi di mana kompas akan menunjuk ke utara yang sebenarnya, bukan utara magnetis. Sementara utara sejati adalah titik tetap di mana garis bujur bertemu di peta, utara magnet terus bergeser.

Itu adalah titik di permukaan Bumi di mana medan magnetnya mengarah langsung ke bawah. Perbedaan antara keduanya disebut "deklinasi," dan semua pilot kapal dan pesawat yang terlatih tahu untuk memperhitungkannya saat memetakan arah mereka.

Jadi, teori konspirasi bahwa kerusakan kompas berada di balik sejarah mengerikan Segitiga Bermuda, dengan mudah dibantah. Pertama-tama, diasumsikan bahwa banyak pilot berpengalaman tidak menyadari deklinasi magnetik. Kedua, tidak bisa dijelaskan begitu banyak kapal dan pesawat yang melewati daerah itu tanpa terjadi insiden.

4. Alien

Menurut teori ini, alien menggunakan Segitiga Bermuda sebagai portal masuk ke planet kita. Di sana, mereka mengumpulkan orang-orang dan teknologi yang mereka butuhkan untuk melakukan penelitian tentang spesies kita. Teori ini menjelaskan mengapa banyak kapal dan pesawat yang jatuh di Segitiga Bermuda tidak pernah ditemukan kembali.

Halaman selanjutnya: Gelembung Metana dll >>>

5. Gelembung Metana

Pada 2016, sekelompok peneliti dari The Arctic University of Norway mengumumkan bahwa mereka telah menemukan kawah besar sepanjang setengah mil di dasar Laut Barents di lepas pantai Norwegia. Kawah-kawah tersebut, menurut hipotesis mereka, disebabkan oleh ledakan tiba-tiba dari deposit metana bawah laut yang dalam.

Banyak ahli teori konspirasi menolak gagasan tersebut, dengan alasan bahwa fenomena tersebut mungkin yang bertanggung jawab atas banyaknya kapal karam di Segitiga Bermuda. Namun, hanya beberapa bulan kemudian, para peneliti sendiri memecahkan gelembung itu.

"Kami tidak membuat tautan apa pun ke Segitiga Bermuda," kata mereka dalam pernyataan 2016 yang diterbitkan oleh Centre for Arctic Gas Hydrate, Environment, and Climate, sebuah koalisi ilmuwan yang menyelidiki geologi laut Arktik.

6. Wormhole

Mungkinkah Segitiga Bermuda menjadi portal ke ruang dan waktu lain? Seorang pilot bernama Bruce Gernon mengatakan demikian. Dia menduga Segitiga Bermuda adalah wormhole atau lubang cacing.

"Saya tidak percaya pada perjalanan waktu atau teleportasi sampai itu terjadi pada saya," kata Gernon. Ia menyebut kabut mengelilingi pesawat yang dipilotinya dan ia melompat ke depan sejauh 100 mil.

Gernon mendokumentasikan apa yang terjadi dan mengingat setiap detail penerbangan itu lewat sebuah buku tentang pengalamannya yang diterbitkan pada tahun 2017.

7. Puting beliung

Menurut NASA , waterspouts atau puting beliung adalah kolom udara lembab yang berputar yang terbentuk di atas air hangat. Mirip dengan tornado di daratan, puting beliung dapat menampilkan kecepatan angin hingga 125 mil per jam.

Karena Samudra Atlantik di lepas pantai Florida adalah salah satu daerah paling aktif di dunia untuk fenomena cuaca buruk ini, beberapa pihak berpendapat bahwa hal ini bertanggung jawab atas bencana yang terjadi di Segitiga Bermuda.

Meskipun tidak terbukti, teori ini mungkin yang paling mendekati kebenaran, karena United States Coast Guard dan National Oceanic and Atmospheric Administration sama-sama menyatakan bahwa setiap kecelakaan di wilayah itu kemungkinan disebabkan oleh cuaca buruk dan navigator yang tidak berpengalaman.

Bersamaan dengan itu, kedua lembaga tersebut menegaskan bahwa sama sekali tidak ada yang istimewa dari Segitiga Bermuda.

"Lautan selalu menjadi tempat misterius bagi manusia, dan ketika cuaca buruk atau navigasi yang buruk terlibat, itu bisa menjadi tempat yang sangat mematikan. Ini benar terjadi di seluruh dunia. Tidak ada bukti bahwa penghilangan misterius terjadi lebih sering di Segitiga Bermuda dibandingkan di wilayah lautan besar lainnya yang dilalui dengan baik," kata mereka.



Simak Video "KuTips: Rahasia Selalu Menang Push Rank Mobile Legends! "
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT