Peneliti Uji Kotoran Manusia jadi Bahan Bakar, Tahi Ayam Selanjutnya

Peneliti Uji Kotoran Manusia jadi Bahan Bakar, Tahi Ayam Selanjutnya

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 27 Nov 2021 20:15 WIB
Woman sitting in the toilet
Peneliti Uji Kotoran Manusia jadi Bahan Bakar, Tahi Ayam Selanjutnya. Foto: iStock
Jakarta -

Beberapa peneliti dari Ben-Gurion University mendirikan toilet untuk penelitian. Penelitian ini difokuskan pada kandungan toilet -- iya, kotorannya -- dan potensi yang didapatkan setelah menelitinya. Secara sederhana, para ilmuwan ingin melihat apakah mereka dapat mengubah kotoran manusia menjadi bahan bakar.

Setelah toilet dipasang, beberapa orang menggunakannya setiap hari, memasukkan kotoran mereka ke dalam kantung.

"Kami menyebut mereka 'poop volunteers'," kata Amit Gross, Chair of the Department of Environmental Hydrology and Microbiology Ben-Gurion.

Pada setiap pengujung hari, materi yang dikumpulkan dipanaskan dalam autoklaf untuk membunuh kuman. Dibalut masker wajah, sarung tangan, dan jas lab, para peneliti melindas kotoran kering dalam penggiling mekanis. Tujuannya dihancurkannya kotoran tersebut adalah agar peneliti lebih mudah bekerja.

Setelah materi direduksi menjadi bubuk cokelat tua, eksperimen dimulai. Para peneliti mencampur bubuk kering dengan air, membaginya ke dalam bagian kecil kemudian memasukkannya ke dalam sembilan reaktor laboratorium 50 mililiter, yang dirancang untuk beroperasi di bawah suhu dan tekanan tinggi. Mereka mulai memasak semua kotoran itu.

Para peneliti Ben-Gurion bereksperimen dengan berbagai waktu dan suhu memasak. Mereka memanaskan kotoran yang dibagi menjadi sejumlah bagian, dari yang dimasak dengan suhu 180C, 210C sampai 240C. Mereka membiarkan beberapa dari mereka mendidih selama 30 menit, beberapa selama satu jam dan yang lainnya selama dua jam. Namun, semua kelompok memiliki satu kesamaan yakni dimasak dengan air namun tanpa oksigen.

Ini disebut karbonisasi hidrotermal atau HTC yang akan menghasilkan arang hidro (hydrochar). Hydrochar nantinya dapat ditekan menjadi briket sehingga bisa digunakan untuk memasak dan memanggang.

Lebih lanjut, timnya ingin melakukan penelitian pada kotoran unggas suatu hari nanti. Mereka ingin memanggang seekor burung di atas arang hidro yang dibuat dari kotorannya sendiri dan memakannya.

Membayangkan bakal seperti apa baunya? Menurut penelitin, saat dibakar, hydrochar tidak menghasilkan bau apa-apa malah cenderung menghasilkan aroma yang enak. "Baunya mirip kopi," jabarnya.

Menariknya lagi, menurut perhitungan tim, kotoran unggas dunia dapat menggantikan sekitar 10% batu bara yang digunakan dalam produksi listrik, sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Selain itu, cairannya dapat disalurkan ke ladang pertanian dan sepenuhnya bebas patogen. Demikian melansir Pop Science.



Simak Video "Studi Plasma Konvalesen: Bisa Jadi Alternatif Namun Efektifitasnya Rendah"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)