Ilmuwan Klaim Bumi Dikelilingi Terowongan Magnet Raksasa

Ilmuwan Klaim Bumi Dikelilingi Terowongan Magnet Raksasa

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 18 Okt 2021 17:16 WIB
Planet Bumi
Ilmuwan Klaim Bumi Dikelilingi Terowongan Magnet Raksasa (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Struktur misterius di langit yang membingungkan para astronom selama beberapa dekade, kemungkinan kini ada penjelasannya. Sebuah studi mengklaim Bumi dikelilingi terowongan magnet raksasa. Seperti apa?

North Polar Spur dan Fan Region, di sisi langit yang berlawanan, kemungkinan dihubungkan oleh sistem filamen magnet yang luas. Sistem filamen magnet ini membentuk struktur yang menyerupai terowongan yang mengelilingi Tata Surya dan banyak bintang di dekatnya.

"Jika kita melihat ke langit. Kita akan melihat struktur seperti terowongan ini di hampir setiap arah yang kita lihat, jika kita memiliki mata yang bisa melihat cahaya radio," kata astronom Jennifer West dari University of Toronto di Kanada, dikutip dari Science Alert, Senin (18/10/2021).

Para ilmuwan telah mengetahui tentang dua struktur tersebut sejak tahun 1960-an, namun keduanya sulit dipahami. Hal itu karena sangat sulit untuk mengetahui dengan tepat seberapa jauh mereka. Jaraknya kemungkinan berkisar dari ratusan hingga ribuan tahun cahaya.

Tidak ada analisis yang pernah menghubungkan kedua struktur tersebut bersama-sama. Sementara West dan rekan-rekannya, kini mampu menunjukkan bahwa dua wilayah tersebut, dan lingkaran radio yang menonjol di ruang antara mereka, dapat dihubungkan, sehingga memecahkan banyak masalah membingungkan yang terkait dengan keduanya.

magnet bumiPerbandingan dengan terowongan nyata yang menunjukkan orientasi. (Kiri: Pixabay/wal_172619/J. West; Kanan: Dominion Radio Astrophysical Observatory/Villa Elisa teleskop/ESA/Planck Collaboration/Stellarium/J. West)

"Beberapa tahun lalu, salah satu rekan penulis kami, Tom Landecker, memberi tahu saya tentang makalah dari tahun 1965, masa-masa ketika astronomi radio mulai banyak dipelajari. Berdasarkan data mentah yang tersedia saat ini, para penulis berspekulasi bahwa sinyal radio terpolarisasi ini dapat muncul dari pandangan kita tentang Local Arm galaksi, dari dalamnya," jelas West.

"Makalah itu mengilhami saya untuk mengembangkan ide ini dan mengaitkan model yang kami buat dengan data yang jauh lebih baik yang diberikan teleskop kami saat ini," sambungnya.

Menggunakan pemodelan dan simulasi, para peneliti menemukan seperti apa jika kedua struktur dihubungkan oleh filamen magnetik. Dari sini, tim dapat menentukan bahwa jarak yang paling mungkin untuk struktur tersebut dari Tata Surya adalah sekitar 350 tahun cahaya, konsisten dengan beberapa perkiraan yang lebih dekat. Seluruh panjang terowongan yang dimodelkan oleh West dan timnya sekitar 1.000 tahun cahaya.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi temuan sebelumnya, kemudian memodelkan struktur tersebut secara lebih rinci. Namun setidaknya, studi ini diharapkan dapat membantu memecahkan misteri yang lebih besar, yaitu pembentukan dan evolusi medan magnet di galaksi, dan bagaimana medan magnet ini dipertahankan.



Simak Video "Rencana China Sempurnakan Stasiun Luar Angkasa Tiangong"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)