Konstelasi Satelit Internet Elon Musk Gandeng Google

Konstelasi Satelit Internet Elon Musk Gandeng Google

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 16 Mei 2021 21:30 WIB
Roket Falcon 9 SpaceX membawa satelit internet Starlink
Foto: Space.com
Jakarta -

SpaceX berencana membangun konstelasi satelit internet Starlink dengan bantuan Google Cloud. Kedua raksasa teknologi tersebut baru saja mengumumkan kolaborasi untuk penyediaan data, layanan cloud, dan aplikasi untuk pelanggan Starlink di seluruh dunia.

Adapun nilai kesepakatan di antara keduanya tidak diungkapkan. Namun yang jelas, layanan kolaborasi Starlink dan Google Cloud dipastikan mulai hadir akhir tahun 2021.

Implikasi utama dari pertumbuhan konstelasi 1.500 satelit Starlink yang mengorbit ini antara lain termasuk pembangunan stasiun Bumi di lokasi yang sama dengan pusat data Google, dan menghubungkan satelit Starlink ke infrastruktur Google Cloud yang ada. SpaceX akan memasang terminal Starlink pertama di pusat data Google di New Albany, Ohio.

"Menggabungkan broadband kecepatan tinggi dan latensi rendah Starlink dengan infrastruktur dan kapabilitas Google, menawarkan koneksi yang aman dan cepat yang diharapkan organisasi modern," kata Gwynne Shotwell, President dan Chief Operating Officer SpaceX, seperti dikutip dari Space.com.

Kolaborasi ini juga berencana menghadirkan layanan cloud yang lebih luas seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan machine learning untuk membuat keputusan tentang bagian mana dari kumpulan data yang harus dikirim.

Layanan komputer ini dapat mengurangi kebutuhan bandwidth yang besar. Target pasar SpaceX sendiri adalah mereka yang bekerja di daerah pedesaan di mana kecepatan internet sering kurang memadai.

Sebelumnya, Google dan SpaceX menandatangani kesepakatan besar lainnya pada tahun 2015. Saat itu, Google mengumumkan akan menghabiskan USD 900 juta untuk SpaceX demi mendukung inovasi berkelanjutan di bidang transportasi luar angkasa, roket yang dapat digunakan kembali, dan manufaktur satelit.

Kesepakatan ini terjadi pada empat tahun sebelum Starlink pertama diluncurkan pada 2019, dan sebelum SpaceX memiliki roket Falcon 9 yang bisa kembali ke Bumi sendiri untuk menghemat biaya peluncuran.

Salah satu pesaing utama Google, Microsoft, juga mengumumkan kesepakatan dengan SpaceX dan SES pada Oktober 2020 untuk layanan cloud. Pada saat itu, perusahaan mengatakan akan mendukung bisnis cloud Azure Space Microsoft yang beroperasi dari pusat data seluler yang dapat digunakan di mana saja di seluruh dunia.



Simak Video "Detik-detik Roket SpaceX Falcon 9 Luncurkan Satelit Starlink"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)