Astronaut Legendaris Apollo 11 Michael Collins Tutup Usia

Astronaut Legendaris Apollo 11 Michael Collins Tutup Usia

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 29 Apr 2021 09:42 WIB
Apollo 11
Astronaut Legendaris Apollo 11 Michael Collins Tutup Usia. Foto: NASA
Jakarta -

Michael Collins, astronaut dari misi Apollo 11 NASA yang legendaris tutup usia. Collins meninggal karena kanker pada Rabu (28/4), di usia 90 tahun.

Dia adalah orang ketiga yang pergi ke Bulan, bersama Neil Armstrong dan Buzz Aldrin. Dia dikenal penuh semangat menganjurkan untuk eksplorasi lebih lanjut di dunia lain. Kepergiannya ini tentu saja menjadi duka mendalam tak hanya bagi keluarganya, tetapi juga para astronaut, pejabat NASA, dan komunitas luar angkasa seluruh dunia.

Collins sering "terlupakan" karena dalam misi Apollo 11 tahun 1969, dia bertugas sebagai pilot modul komando Columbia yang tinggal di orbit sekitar Bulan. Sementara rekan krunya, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin, turun ke permukaan bulan dan menjadi dua manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan.

Dikutip dari The Verge, Aldrin yang kini menjadi satu-satunya astronaut dalam misi Apollo 11 yang masih hidup, menyampaikan rasa kehilangan rekan krunya dalam sebuah tweet.

"Dear Mike, di manapun kau pernah atau akan berada, kau akan selalu memiliki nyala api yang dengan cekatan membawa kami ke ketinggian baru dan ke masa depan. Kami akan merindukanmu. Semoga kau beristirahat dengan damai. #Apollo11," tulisnya.



Setelah misi Apollo 11, Collins diberi julukan informal, "astronaut yang terlupakan" dan melanjutkan untuk menulis beberapa buku, termasuk memoar tahun 1974 berjudul Carrying the Fire, di mana dia menghidupkan kembali perasaan kesepian saat modul Columbia-nya terbang menuju ke kedalaman dan kegelapan terpencil di sisi jauh Bulan.

"Saya suka perasaan itu. Di luar jendelaku, aku bisa melihat bintang, di mana yang saya tahu Bulan itu, hanya ada kehampaan hitam," tulisnya.

Dia menyebut tempat bertenggernya di kapsul sebagai "domain kecil yang indah" dalam wawancara tahun 2019 dengan The New York Times. Dia seraya menambahkan, hal itu membuatnya seraya memiliki sepenuhnya.

Apollo 11Kru Apollo 11, dari kiri: Neil Armstrong, komandan; Michael Collins, pilot modul; dan Buzz Aldrin, pilot modul Bulan. Foto: NASA

"Itu semua milikku. Saya adalah kaisar, kaptennya, untuk tempat yang begitu luas. Aku bahkan menikmati momen tersebut sambil minum kopi hangat," kenangnya.

Collins memiliki karier yang panjang, bahkan di luar NASA. Selama 90 tahun di Bumi dan di luar Bumi, ia pernah menjabat sebagai kolonel Angkatan Udara, kepala biro urusan publik Departemen Luar Negeri, dan direktur Museum Udara dan Luar Angkasa Nasional Smithsonian.

"Dia membantu mengelola Smithsonian Air and Space Museum dari gubuk tua di National Mall hingga menjadi tempat yang layak seperti sekarang," kata Tom Ellis, seorang pengajar di London School of Economics yang mempelajari sejarah luar angkasa.

"Tugasnya sebagai direktur museum, menunjukkan bahwa dia adalah seorang antariksawan langka yang benar-benar memahami betapa 'bersejarah' zaman ruang angkasa itu. Seseorang yang karir pasca luar angkasanya sama mengesankannya dengan ketika dia menjadi astronaut," tambahnya.

Penjabat administrator NASA Steve Jurczyk mengatakan Collins adalah seorang teman bagi siapa saja yang berusaha mendorong dan memaksimalkan potensi manusia.

"Dia mengatakan eksplorasi bukanlah pilihan, sungguh itu sebuah keharusan. Karyanya yang ada di balik layar maupun terpampang penuh, warisannya akan selalu menjadi salah satu yang memimpin langkah pertama Amerika menjelajahi ke alam semesta. Dan jiwanya akan menyertai kita saat kita menjelajah ke cakrawala yang lebih jauh," kata Jurczyk.

Presiden AS Joe Biden pun mengenang Collins dalam sebuah pernyataan duka yang disampaikan kepada publik. Biden mengatakan Collins menjalani kehidupan yang sepenuhnya melayani negara.

"Dia menulis dan membantu menceritakan kisah pencapaian luar biasa bangsa kita di luar angkasa. Dari sudut pandangnya yang tinggi di atas Bumi, dia mengingatkan kita tentang kerapuhan planet kita sendiri, dan meminta kita untuk merawatnya seperti harta karun. Doa kami bersama keluarga Jenderal Collins," ujarnya.

Selamat jalan Mike...



Simak Video "Baju Astronaut Belum Jadi, Misi NASA ke Bulan Terancam Ditunda"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)