Wahana Hope, Mimpi Arab dan Dunia Islam Menggapai Mars

Balapan ke Mars

Wahana Hope, Mimpi Arab dan Dunia Islam Menggapai Mars

Rifky Aritama - detikInet
Minggu, 21 Mar 2021 21:30 WIB
FILE - In this Wednesday, May 6, 2015 file photo, Sarah Amiri, deputy project manager of a planned United Arab Emirates Mars mission talks about the project named
Wahana Hope dari Uni Emirat Arab (Foto: Alexander McNabb/MBRSC via AP)
Jakarta -

Ekspedisi ke Planet Mars bukan cuma milik Amerika dan China. Uni Emirat Arab ikut serta dan jadi kiprah dunia Islam menjelajah antariksa.

Pada 9 Februari 2021 lalu, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara Arab pertama yang menyambangi Mars dan juga menjadikannya negara kedua yang berhasil mengorbitkan pesawatnya di Planet Mars. Ini juga menjadikan UEA sebagai negara kelima yang berhasil menyambangi Planet Mars.

Misi ini dinamakan Emirates Mars Mission dengan wahana ruang angkasanya yang bernama 'Hope' (Al Amal). Ada alasan tersendiri kenapa pesawat ruang angkasanya diberi nama Hope.

"Setelah ribuan saran untuk penyelidikan Planet Mars, kami memutuskan untuk menamai 'Hope' karena mengirimkan pesan optimisme kepada jutaan anak muda Arab," kata Wakil Presiden UEA sekaligus Perdana Menteri UEA, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dikutip dari Spacenews, Minggu (21/3/2021).

Awal mulanya program ini diumumkan oleh Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan selaku Presiden UEA pada Juli 2014 lalu. Program ini dikembangkan oleh Mohammed Bin Rashid Space Center (MBRSC) yang bekerja sama dengan antara lain Laboratory for Atmeospheric and Space Physics (LASP) di University of Colorado Boulder.

"Kedatangan probe ke Mars yang sukses adalah pencapaian Arab dan Islam yang dibuat mungkin dengan usaha tanpa henti dari para anak muda kita. Misi ini menandai masuknya kita di perlombaan global menuju angkasa," ujar Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, dari Khaleej Times.

Hope dibuat dari alumunium yang memiliki struktur seperti sarang lebah yang memiliki berat 1.500 kg dan termasuk bahan bakar di dalamnya. Wahana ini memiliki panjang 2,90 meter lebar 2,37 meter.

Wahana ini memiliki tiga antena untuk berkomunikasi yang masing-masingnya memiliki daya sebanyak 600 watt. Misi ini dianggap sebagai investasi dalam bidang ekonomi dan sumber daya manusia UEA. Pesawat ini akan mengorbit di Planet Mars hingga tahun 2023 dengan opsi perpanjangan misi hingga tahun 2025.

Dari misi ini juga, nantinya akan mengirim lebih dari 1.000 GB data untuk dianalisis oleh tim peneliti di UEA, dan dibagikan dengan lebih dari 200 institusi di seluruh dunia untuk kepentingan penelitian luar angkasa.

Namun, selain dengan tujuan di atas, misi ini memiliki tiga pesan penting yang disampaikan oleh Sheikh Mohammed bin Rashid. Pesan pertama adalah untuk dunia, bahwa peradaban Arab pernah memainkan peran besar dalam memberikan kontribusi bagi pengetahuan manusia, dan akan memainkan peran itu lagi.

Pesan kedua adalah untuk sesama bangsa Arab, bahwa tidak ada yang mustahil. Bangsa Arab dapat bersaing dengan negara-negara besar dalam perlombaan untuk mendapatkan pengetahuan.

"Pesan ketiga adalah bagi mereka yang berjuang untuk mencapai puncak tertinggi: tidak ada batasan untuk ambisi, dan Anda bahkan dapat menjangkau sampai ke luar angkasa," pungkasnya.



Simak Video "Momen Wahana Uni Emirat Arab Tiba di Orbit Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)