5 Fakta Amonium Nitrat yang Sebabkan Ledakan di Lebanon

5 Fakta Amonium Nitrat yang Sebabkan Ledakan di Lebanon

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 05 Agu 2020 11:05 WIB
amonium nitrat
5 Fakta Amonium Nitrat yang Sebabkan Ledakan di Lebanon. Foto: Sky News
Jakarta -

Ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8) sore waktu setempat. Sebanyak 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang pelabuhan diduga sebagai sumber ledakan.

Dampak ledakan tersebut tidak main-main. Sejauh ini puluhan orang tewas dan 4.000 lainnya luka-luka akibat insiden ledakan bahan kimia tersebut. Angka tersebut diperkirakan masih bertambah karena pencarian korban masih terus dilakukan. Berikut ini fakta-fakta amonium nitrat seperti dikutip detikINET dari berbagai sumber.

1. Berbentuk kristal

Amonium nitrat merupakan garam ionik yang terdiri dari kation amonium (NH4) dan anion nitrat (NO3) sehingga menjadi formula senyawa amonium nitrat (N2H4NO3).

Senyawa ini berbentuk kristal namun mudah larut dalam air dengan mendisosiasi menjadi ion-ion penyusunnya. Senyawa ini bersifat asam karena berasal dari basa lemah (NH3) dan asam kuat (HNO3).

2. Dipakai untuk pupuk dan bahan peledak

Umumnya, senyawa ini digunakan sebagai pupuk kaya nitrogen untuk menyuburkan tanaman. Pada industri pertanian, senyawa ini sangat dibutuhkan.

Karena dikenal dengan kekuatan oksidasinya, bahan ini juga banyak digunakan sebagai campuran bahan peledak yang digunakan di sektor pertambangan dan konstruksi.

Tak hanya itu, amonium nitrat juga digunakan sebagai ekspektoran dan urinary acidifier, nitro oksida industri, untuk campuran pembekuan, korek api, dan kembang api.

3. Iritasi hingga kematian jika terhirup

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apabila terhirup, amonium nitrat dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dengan gejala batuk, sakit tenggorokan dan napas yang pendek.

Senyawa ini juga bisa menyebabkan iritasi parah pada saluran pernapasan dengan tenggorokan sakit, batuk, sesak napas dan edema paru tertunda, methemoglobinemia, sianosis, konvulsi, takikardia, dispnea, bahkan hingga kematian.

4. Beberapa kali dipakai teroris

Meski punya banyak manfaat, sejumlah negara perlahan menghapus penggunaan senyawa ini karena kekhawatiran akan potensi penyalahgunaannya.

Contohnya, pupuk mengandung amonium nitrat dikemas ke dalam truk sewaan dan digunakan oleh teroris Timothy McVeigh dan Terry Nichols untuk membunuh 168 orang dalam pemboman di Gedung Federal Alfred P Murrah di Oklahoma pada 1995.

Amonium nitrat juga digunakan saat pemboman klub malam di Bali yang menewaskan 202 orang, lalu dalam pemboman Oslo 2011 oleh Anders Behring Breivik yang menewaskan delapan orang, dan sebagai salah satu bahan peledak dalam pemboman Delhi pada 2011 dan ledakan 2013 di Hyderabad, India.

5. Ledakan di Lebanon bukan yang pertama

Selain di Lebanon, sebelumnya sudah banyak kasus serupa yang dipicu amonium nitrat. Bahkan, jumlah korbannya sampai ratusan jiwa.

Kasus serupa antara lain terjadi pada 16 Apri 1947 di sebuah dermaga di Texas, AS, terjadi ledakan saat pengangkutan 2.300 ton pupuk ke kapal pengangkut. Pemicunya adalah rokok yang dinyalakan oleh buruh pelabuhan.

Ledakan terdengar hingga 241 kilometer, bahkan jangkar kapal seberat 1,5 ton saja mampu terlempar sejauh 2 kilometer. Akibat ledakan ini, sebanyak 581 nyawa melayang dan 3.500 lainnya luka-luka.



Simak Video "Amonium Nitrat Diduga Jadi Penyebab Ledakan di Lebanon, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)