Sekilas soal Pandemi Flu Spanyol yang Pengaruhi Perang Dunia I

Sekilas soal Pandemi Flu Spanyol yang Pengaruhi Perang Dunia I

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 05 Jul 2020 17:28 WIB
Virus corona dan pandemi flu Spanyol: Wabah pada 1918 menewaskan 50 juta orang, bagaimana perubahan dunia saat itu dan apa yang dapat dipelajari sekarang?
Fakta singkat seputar pandemi Flu Spanyol. Foto: BBC World
Jakarta -

Pada 1918, influenza yang kini dikenal sebagai Flu Spanyol menjadi pandemi global yang dengan cepat menyebar dan mempengaruhi perang dunia I yang terjadi. Malahan, ada yang menduga virus ini adalah senjata biologis (bioweapon) dalam perang. Apa faktanya?

Mengutip Live Science, kita akan mengupas terkait virus Flu Spanyol. Pertama mengenai teori asal-usul dari mana virus ini berasal. Sebuah teori terbaru dari ahli sejarah Mark Humphries dari Canada's Memorial University of Newfoundland mengatakan kemungkinan virus ini bermula dari pekerja China yang berada di barisan belakang Inggris dan Prancis. Kendati demikian, banyak yang menuduh virus ini bermula dari sekutu di Eropa atau sebagian menunjukkan jari ke arah Amerika Serikat.

Berdasarkan tulisan di Centers for Disease Control and Prevention, pada musim semi 1918 mulai dilaporkan beberapa pasukan Amerika Serikat yang mengalami penyakit misterius di basecamp pasukan. Minimnya kecanggihan teknologi membuat perlawanan dengan informasi masif terkait Flu Spanyol menjadi terhambat.

Ditambah lagi anggapan remeh mengenai virus ini yang membuatnya menyebar semakin cepat. Diperkirakan, korban jiwa mencapai 100 juta di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri dikabarkan memakan hingga 4 juta korban jiwa.

Apakah benar senjata biologis?

Sejarah mencatat penggunaan senjata biologis dan kimia pernah ada. Namun, terkait Flu Spanyol, referensi untuk menuduhnya sebagai bioweapon masih minim data dan informasi.

Ketika disebut pandemi ini merupakan senjata biologis pertama Amerika dalam WWI (World War I), nyatanya angka kematian di Negeri Paman Sam ini makan ratusan ribu nyawa. Yang pasti, disebutkan jumlah korban akibat Flu Spanyol lebih banyak dibandingkan dari korban Perang Dunia I.

Foto ilustrasi: Suasana pelabuhan Tanjung Priok di Batavia. Pelabuhan menjadi pintu masuk wabah flu Spanyol, 1918-1920. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons)Foto ilustrasi: Suasana pelabuhan Tanjung Priok di Batavia. Pelabuhan menjadi pintu masuk wabah flu Spanyol, 1918-1920. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons) Foto: Foto ilustrasi: Suasana pelabuhan Tanjung Priok di Batavia. Pelabuhan menjadi pintu masuk wabah flu Spanyol, 1918-1920. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons)

Mengapa diberi nama Flu Spanyol?

Meski asal usul virus ini tidak diketahui, banyak negara yang mengkambinghitamkan Spanyol. Raja dari Spanyol yang kala itu merupakan negara netral, Alfonso XIII dikabarkan mengalami penyakit yang sebenarnya sudah dialami oleh banyak negara blok. Ini dilakukan guna mengalihkan perhatian seolah-olah flu ini berasal dari Spanyol.



Simak Video "4 Pelajaran dari Flu Spanyol untuk Lawan COVID-19 Menurut Bill Gates"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)