Matikan HP dan Email Bisa Jadi Obat Stres karena Kerjaan

Matikan HP dan Email Bisa Jadi Obat Stres karena Kerjaan

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 05 Jul 2020 08:42 WIB
Young businesswoman with shocked face expression is using smartphone
Matikan HP dan Email Kurangi Stres karena Kerjaan. Foto: iStock
Jakarta -

Riset terbaru yang dilakukan para peneliti di Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa pesan instant dan email terkait dengan pekerjaan yang datang di luar jam kerja bisa meningkatkan stres dan perilaku berpikir negatif.

Dalam studinya, para peneliti di University of Illinois di Urbana-Champaign melibatkan 546 guru sekolah dasar negeri yang bekerja penuh untuk mengukur bagaimana pekerjaan dapat mengganggu jam-jam setelah jam kerja mereka melalui teknologi seperti smartphone dan email.

Para peneliti menyurvei para peserta dengan menanyakan apakah mereka dihubungi tentang masalah terkait pekerjaan pada jam di luar kerja, dan apakah mereka diminta menanggapi pesan dan email yang terkait dengan pekerjaan dengan segera. Mereka juga diminta mencatat di diary mingguan selama lima minggu berturut-turut.

Hasil penelitian yang diterbitkan di Journal Of Organizational Behavior ini menemukan bahwa partisipan yang menetapkan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka, seperti mematikan notifikasi email kantor di smartphone, merasakan pekerjaan mereka kurang mengganggu waktu di luar jam kerja mereka.

Partisipan yang memiliki 'kontrol batas' yang lebih besar ini juga lebih kecil kemungkinannya untuk punya pemikiran negatif berulang yang dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti depresi.

Sebaliknya, seperti dikutip dari The Star, mereka yang mengalami ganguan kerja tinggi menunjukkan adanya ketegangan mingguan yang lebih banyak secara signifikan termasuk berpikiran negatif, emosi negatif dan susah tidur.

"Kebanyakan orang tidak bisa bekerja tanpa smartphone, tablet atau komputer laptop. Teknologi ini ada di mana-mana dan nyaman sehingga membuat beberapa orang berpikir bahwa karyawan harus selalu aktif atau selalu siap sedia," kata peneliti utama studi ini, YoungAh Park.

"Jelas, gangguan setelah jam kerja saat kita di rumah atau domain kehidupan pribadi tidak sehat. Penelitian kami menunjukkan bahwa mentalitas yang selalu aktif memiliki kelemahan besar dalam bentuk meningkatnya tekanan pekerjaan," jelasnya.

Park menyebutkan, memiliki bos yang mendukung keseimbangan antara kehidupan pekerjaan juga terbukti bisa membantu mengurangi stres dan ketegangan kerja.

"Studi kami menunjukkan bahwa kepala sekolah (atasan) dapat memainkan peran positif, karena dukungan mereka untuk keseimbangan kehidupan kerja dikaitkan dengan rasa batas kontrol guru yang lebih besar," kata Park.

Meski penelitian ini dilakukan pada guru-guru sekolah, para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka bisa berlaku juga untuk sebagian besar pekerja, terutama di masa sekarang karena lebih banyak yang bekerja dari rumah karena pandemi Covid-19.

"Gangguan pekerjaan setelah jam kerja melalui teknologi bisa sangat menegangkan bagi mereka. Jadi meskipun temuan ini khusus untuk guru, karyawan yang kami asumsikan memiliki batas kehidupan kerja yang jelas, sekarang menjadi masalah bagi semua orang yang secara elektronik terikat pada pekerjaan mereka di luar jam kerja reguler," tutup Park.



Simak Video "Dengerin Musik Bertempo Lambat dan Nyanyi Bersama Bisa Minimalisasi Stres"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)