'Bumi Bakal Hancur, Manusia Wajib Pindah Planet'

'Bumi Bakal Hancur, Manusia Wajib Pindah Planet'

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 09 Jun 2020 20:00 WIB
SpaceX CEO Elon Musk speaks after unveiling the Dragon V2 spacecraft in Hawthorne, California May 29, 2014. Space Exploration Technologies announced April 27, 2016, it will send uncrewed Dragon spacecraft to Mars as early as 2018, a first step in company founder Elon Musks goal to fly people to another planet. REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo
Elon Musk. (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo)
Jakarta -

Setelah SpaceX sukses meluncurkan astronaut NASA memakai kapsul Crew Dragon ke International Space Station, Elon Musk sang pemilik beralih fokus ke proyek ambisiusnya. Yaitu mempersiapkan pesawat untuk menuju ke planet Mars.

Pesawat generasi masa depan itu dinamakan Starship yang dikembangkan sejak tahun silam. "Tolong anggaplah prioritas top SpaceX adalah Starship," tulis Musk dalam email pada karyawan SpaceX.

Starship yang sudah dibuat prototipenya itu tujuan utamanya adalah mengantarkan manusia ke destinasi antariksa jauh seperti bulan dan planet Mars, dipasangkan dengan booster roket powerful Super Heavy.

Di Twitter, Musk yang juga bos Tesla ini menekankan bahwa Starship bakal digunakan untuk membangun koloni di planet lain. "Starship adalah kunci untuk membuat kehidupan multi planet dan melindungi sinar kesadaran manusia," cetusnya.

Itu karena suatu saat Bumi akan hancur, misalnya saat Matahari mencapai akhir hidupnya. Walau masih dalam kisaran miliaran tahun, Musk tampaknya ingin mempersiapkan diri dari sekarang.

"Itulah di saat seluruh kehidupan di Bumi akan terebus. Apa yang penting adalah seberapa lama peradaban bisa melompat ke Mars. Bisa jadi ini hanya memakan waktu pendek, dalam dekade," tulisnya.

Dalam rangka memastikan peradaban manusia akan bertahan dari kemungkinan kerusakan Bumi, Musk menyatakan kita harus mulai mengirimkan manusia ke Mars. Dari sana, ilmuwan bisa mulai mempelajari cara bagaimana membangun koloni berkelanjutan.