Asteroid Hantam Dinosaurus dengan Sudut Paling Mematikan

Asteroid Hantam Dinosaurus dengan Sudut Paling Mematikan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 28 Mei 2020 05:55 WIB
Dinosaurus punah
Asteroid Hantam Dinosaurus dengan Sudut Paling Mematikan Foto: istimewa
Jakarta -

Asteroid raksasa yang menghantam Bumi 66 juta tahun yang lalu memusnahkan populasi dinosaurus. Kini ilmuwan menemukan apa yang membuat hantaman asteroid ini sangat mematikan.

Ilmuwan sudah tahu bahwa asteroid tersebut berukuran 12 km dan hantamannya menghasilkan kawah Chicxulub seluas 200 km di Meksiko serta menghancurkan tiga perempat kehidupan di Bumi. Tapi sudut dan arah hantaman tersebut masih jadi perdebatan.

Dalam studi terbaru yang melibatkan tiga universitas, ilmuwan mengatakan simulasi 3D mereka menunjukkan asteroid tersebut menghantam di sudut 40 hingga 60 derajat dari arah timur laut.

Dikutip detikINET dari CNN, Kamis (28/5/2020), dosen ilmu planet dari Imperial College London Gareth Collins mengatakan, sudut ini merupakan skenario terburuk bagi eksistensi dinosaurus.

"Hantaman asteroid melepaskan gas yang mengubah iklim ke atmosfer dalam jumlah besar, memicu serangkaian peristiwa yang berujung pada kepunahan dinosaurus," kata Collins dalam keterangan resminya.

"Ini kemungkinan diperburuk oleh fakta bahwa asteroid menghantam pada salah satu sudut yang paling mematikan," sambungnya.

Daerah yang dihantam asteroid di Meksiko diketahui mengandung sulfur dalam jumlah besar dari mineral gypsum. Ketika material ini terlempar ke atmosfer dan bercampur dengan uap air, kemudian menghalangi sinar matahari berujung pada musim dingin yang abadi.

Collins mengatakan hasil penelitian terdahulu menemukan bahwa asteroid itu menabrak Bumi dengan sudut yang lebih tumpul dan datang dari arah tenggara.

Tim peneliti yang terdiri dari ilmuwan dari Imperial College London, University of Freiburg dan University of Texas mendapatkan temuan ini setelah memeriksa bentuk dan struktur kawah dan bebatuan yang didapat dengan mengebor kawah. Hasil studi ini diterbitkan di jurnal Nature Communications.

Informasi ini dan data lainnya digunakan untuk mebuat model yang mensimulasikan bagaimana kawah Chicxulub terbentuk, dan menentukan arah serta sudut datangnya asteroid.

Tim ilmuwan mempertimbangkan empat sudut berbeda yaitu 90, 60, 45 dan 30 derajat. Mereka mengatakan sudut 60 derajat merupakan yang paling mungkin karena hubungannya dengan tiga fitur yang ada di kawah.

Ketiga fitur itu adalah pusat kawah, lingkaran gunung yang ada di dalam pinggiran kawah dan batu padat yang berada 30 km di bawah kawah. Tiga fitur ini sejajar dengan arah barat daya-timur laut, dan simulasi 3D pada sudut 60 derajat bisa mereproduksi hasil observasi hampir persis.

"Walau terkubur hampir di bawah batu sedimen sedalam satu kilometer, sungguh luar biasa bahwa data geofisika bisa mengungkap sangat banyak tentang struktur kawah - cukup untuk menggambarkan arah dan sudut hantaman," kata peneliti dari University of Freiburg Auriol Rae.



Simak Video "Ngeri! Ini Dia Beragam Teori tentang Kemusnahan Hidup di Muka Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/rns)