Kisah 'Iron Man' Bangun SpaceX Hingga Bawa Manusia ke Antariksa

Kisah 'Iron Man' Bangun SpaceX Hingga Bawa Manusia ke Antariksa

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 27 Mei 2020 14:22 WIB
Dua astronaut NASA akan terbang ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional pada 27 Mei. Astronaut yang bersiap dalam misi ini adalah Bob Behnken dan Doug Hurley.
Penampakan Crew Dragon jelang peluncuran. Foto: AP Photo
Florida -

SpaceX akan menggelar misi paling penting dalam sejarah perusahaan antariksa itu. Dua astronaut NASA dijadwalkan menggunakan kapsul Crew Dragon dan roket Falcon 9 besutan SpaceX untuk merapat ke International Space Station (ISS).

Ini adalah pertama kalinya SpaceX menerbangkan manusia ke luar angkasa. Bukan hanya itu, untuk pertama kalinya dalam 1 dekade, ada penerbangan manusia ke ISS menggunakan roket buatan perusahaan Amerika Serikat dan dilakukan di negeri itu.

Agar sukses, semua hal harus dilakukan dengan sempurna. Astronaut Robert Behnken dan Doug Hurley, bergantung pada seluruh proses tersebut agar selamat sampai ISS, di mana mereka rencananya menghabiskan waktu sampai 4 bulan.

SpaceX adalah perusahaan yang didirikan Elon Musk, pria usia 48 tahun yang gemar melakukan terobosan. Selain SpaceX, Elon yang kadang dijuluki Iron Man ini juga memimpin perusahaan mobil listrik Tesla, yang baru-baru ini valuasinya tertinggi di antara perusahaan otomotif Amerika lainnya.

Elon Musk lahir di Pretoria, Afrika Selatan, ibunya seorang model dan ayahnya engineer. Dari kecil, dia sudah gandrung membaca, hobi utak-atik teknologi dan komputer. Sebelum menginjak remaja, dia sudah mulai menulis software komputer.

"Dia adalah pria dengan ambisi tanpa batas. Bukan ambisi biasa saja. Masalah yang dia hadapi harus makin kompleks agar membuat dia tetap tertarik," sebut adiknya, Kimbal Musk.

Dia pindah dan belajar di Kanada, kemudian Amerika Serikat, tanah impiannya. "Sepertinya mayoritas besar hal-hal itu (bisnis) datang dari Amerika. Aku juga baca banyak komik, dan sepertinya semua latar belakangnya di Amerika. Well, aku akan datang ke sana," cetus Musk.