Ini Bukti Pernah Ada Sungai di Planet Mars

Ini Bukti Pernah Ada Sungai di Planet Mars

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 09 Mei 2020 16:02 WIB
sungai di Mars
Ini Bukti Adanya Sungai Kuno di Mars (Foto: Utrecht University)
Jakarta -

Ilmuwan mengamati bebatuan di Mars lewat foto dan melihat sejarahnya untuk menentukan kapan kapan planet ini terakhir kali memiliki air di permukaannya miliaran tahun yang lalu.

Menggunakan foto berdefinisi tinggi dan data dari tebing terbuka yang ada di Mars, ilmuwan berhasil mengungkap bukti bahwa sungai kuno ada di Mars selama 100.000 tahun, saat air masih muncul di permukaan Mars sekitar 3,7 miliar tahun yang lalu.

Dikutip detiKINET dari The Independent, Jumat (8/5/2020) ilmuwan menggunakan foto dan topografi yang ditangkap oleh kamera HiRISE yang ada di Mars Reconnaisance Orbiter milik NASA. Kamera ini digunakan untuk mempelajari ujung Hellas Basin yang ada di kutub selatan Mars.

"Ini tidak seperti membaca koran, tapi foto dengan resolusi sangat tinggi memungkinkan kita untuk 'membaca' bebatuan seakan kalian berdiri sangat dekat dengan tebing itu," kata penulis studi ini dan ahli geologi dari International Research School of Planetary Sciences Fransesco Salese.

"Sayangnya kita tidak memiliki kemampuan untuk mendaki, untuk melihat detail secara lebih jelas lagi, tapi kesamaannya dengan batuan sedimen di Bumi meninggalkan sedikit imajinasi," sambungnya.

Kawah Hellas telah lama diperhatikan oleh ilmuwan karena merupakan salah satu yang terbesar di tata surya kita, dengan panjang 9 km dari lantai kawah ke ujungnya. Di sini bukti adanya danau raksasa, sungai, delta dan selat bisa dilihat di bebatuan.

Ilmuwan fokus untuk meneliti tebing batu setinggi 200 meter yang berusia 3,7 miliar tahun. Terbentuk dari sedimen yang terus berkumpul selama bertahun-tahun, bebatuan ini mirip dengan batu yang ada di Bumi yang terbentuk oleh sungai.

Tebing di Mars ini mengungkap sungai yang terus menggeser parit, menciptakan tepi sungai berpasir, mirip dengan Rhine atau sungai lainnya yang biasa ditemukan di Italia. Dari data ini, ilmuwan juga menemukan bahwa air di Mars datangnya dari hujan, mirip seperti yang dialami di Bumi.

Batuan sedimen ini menyimpan banyak sejarah, dan ilmuwan berhasil menemukan bahwa selat di sungai kuno ini memiliki kedalaman sekitar 3 meter. Mempelajari catatan ini akan menggali lebih banyak temuan baru tentang sejarah Mars.

Tentu saja bebatuan yang dipelajari hanya mengandung sebagian waktu saat air dan sedimen berpindah di permukaan. Bebatuan dan sejarah yang disimpannya bisa saja menghilang karena erosi, tapi bebatuan lain yang menjadi penanda waktu bisa saja sedang tersembunyi atau terkubur.



Simak Video "Begini Cara NASA Buat Oksigen di Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)