Donald Trump Usul Suntik Disinfektan untuk Libas Corona

Donald Trump Usul Suntik Disinfektan untuk Libas Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 24 Apr 2020 10:24 WIB
burger donald trump
Donald Trump Usul Suntik Disinfektan untuk Libas Corona (Foto: nevinmartell/Instagram)
Washington -

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengemukakan usul kontroversial untuk mencegah virus corona, yaitu dengan menyuntikkan disinfektan. Apa yang melatarbelakangi Trump punya gagasan itu?

Gagasan ini terlontar setelah Bill Bryan, kepala divisi sains dan teknologi di Department of Homeland Security memberi presentasi soal riset yang dilakukan timnya bahwa virus corona tidak hidup lama di temperatur yang lebih hangat dan lebih lembab.

"Virus ini mati paling cepat di sinar Matahari," cetus Brian. Trump kemudian menanggapi temuan itu dengan rasa penasaran apakah bisa 'sinar' dipancarkan ke dalam badan manusia untuk melibas COVID-19.

"Coba kalian membawa sinar ke dalam tubuh, yang bisa kalian lakukan apakah dengan kulit atau beberapa cara lain dan saya pikir kalian mengatakan akan menguji hal itu juga," cetusnya.

Menariknya, Trump juga mengutarakan ide suntik disinfektan untuk membersihkan corona yang bersarang di dalam tubuh. "Saya lihat disinfektan menghancurkannya dalam satu menit. Dan apakah ada cara kita bisa melakukan sesuatu seperti itu dengan menyuntikkannya ke dalam?" tanya dia.

"Seperti kalian lihat, (virus ini) menuju ke paru-paru, jumlahnya dahsyat ke paru-paru, jadi akan menarik untuk mengeceknya," tambah Trump.

Pernyataan Trump tersebut langsung memantik kontroversi. Dr Vin Gupta, ahli paru-paru di AS, mengkritiknya. "Gagasan menginjeksi tipe apapun produk kebersihan ke dalam tubuh adalah tidak bertanggungjawab dan berbahaya," kata dia.

"Malah hal itu adalah metode umum yang digunakan oleh orang-orang jika mereka ingin membunuh dirinya sendiri," tambahnya.

"Briefing Trump ini membahayakan kesehatan publik. Boikot propaganda. Dengarkanlah para pakar. Dan mohon jangan meminum disinfektan," cetus Robert Reich, profesor kebijakan publik di University of California.



Simak Video "Donald Trump Sebut Regeneron Lebih Penting dari Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)