8 Obat MERS Dijajal untuk Atasi COVID-19

8 Obat MERS Dijajal untuk Atasi COVID-19

ADVERTISEMENT

8 Obat MERS Dijajal untuk Atasi COVID-19

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 15 Apr 2020 07:37 WIB
Virus corona: Vaksin sudah tersedia bila ilmuwan melanjutkan penelitian vaksin untuk SARS dan MERS
8 Obat MERS Dijajal untuk Atasi COVID-19 (Foto: BBC World)
Jakarta -

MERS dan COVID-19 adalah sama-sama virus Corona. Adalah masuk akal jika obat MERS dicobakan juga untuk melawan pandemi saat ini.

Hal ini dihimpun Clinical Trials Arena, website pemberitaan khusus untuk proses riset dan pengembangan obat yang berbasis di London, Inggris. Mereka menghimpun data aneka belasan calon obat dan vaksin untuk COVID-19 yang sedang dikembangkan.

Diharapkan, pada akhir April uji klinis untuk calon vaksin Corona ini sudah bisa dilakukan. Seperti dilihat detikInet, Rabu (15/4/2020) inilah daftar obat MERS yang sedang diujikan untuk mengobati COVID-19:

1. Vaksin MERS CoV
Novavax pernah membuat kandidat vaksin untuk penyakit virus corona MERS pada 2013. Mereka sekarang dikucuri duit USD 4 juta oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) untuk melanjutkan vaksin ini supaya bisa menjadi menjadi obat virus Corona. Uji coba hewan dan manusia ditargetkan pada 2020.


2. INO-4700
Inovio juga membuat obat lain untuk corona berupa vaksin INO-4700. Mereka menggandeng GeneOne Life Science. Sebelumnya obat ini dipakai untuk MERS-CoV dan membangkitkan imunitas pada 94% pasien pada uji klinik Juli 2019. MERS dan COVID-19 memang sama-sama keluarga virus Corona. Inovio dapat kucuran duit USD 5 juta dari Bill and Mellinda Gates foundation.

3. Remdesivir
Gilead Sciences mengusulkan obat Remdesivir yang sebelumnya untuk Ebola. Sekarang obat ini sedang uji fase III di negara-negara Asia yang kena virus Corona. 761 Pasien di Wuhan dicobakan obat ini dan hasilnya keluar beberapa pekan lagi.

Laporan dari The New England Journal of Medicine (NEJM), Remdesivir juga dicobakan untuk pasien di Amerika dan University of Nebraska Medical Center memakainya untuk pasien dari kapal pesiar Diamond Princess cruise.

4. Actemra
Perusahaan obat Roche dapat izin China untuk memakai obat Actemra kepada pasien virus Corona. Obat ini mencegas cytokin berlebihan. Actemra lagi dalam tahap evaluasi untuk uji klinik kepada 188 pasien corona pada 10 Mei 2020 mendatang.

5. Galidesivir
Biocryst Pharma membuat anti virus Galidesivir, untuk melawan COVID-19. Sebelumya ia dipakai untuk melawan Ebola, Zika, Marburg dan Yellow Fever. Sekarang Galidesivir dikembangkan untuk menghadapi coronavirus, flavivirus filovirus, paramyxovirus, togavirus, bunyavirus dan arenavirus.


6. REGN3048-3051 dan Kevzara
Regeneron mengkaji antibodi REGN3048 dan REGN3051 untuk uji manusia dalam mengobati COVID-19, didukung oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Ada 48 pasien yang akan diujicobakan. Sebelumnya ini dipakai untuk mengobati MERS.

Regeneron juga berpartner dengan Sanofi mengevaluasi Kevzara, antibodi yang sedang tahap dua/tiga uji klinik pada pasien berat COVID-19. Kevzara bisa memblok jalan interleukin-6 yang menyebabkan pembengkakan paru-paru pada pasien COVID-19.

7. SNG001
Synairgen Research punya obat hirup SNG001 yang akan diuji University of Southampton untuk mengobati sejumlah penyakit pernafasan akibat virus Corona. Obat ini langsung masuk ke paru-paru untuk mengurangi infeksi akibat virus Corona.

8. AmnioBoost
Lattice Biologics meneliti konsentrat AmnioBoost untuk membantu mengobati COVID-19. Obat ini tadinya untuk pasien osteoarthritis yang sudah dewasa. Obatnya mengurangi cytokine dan meningkatkan cytokine anti-inflammatory.



Simak Video "Update Perkembangan Kasus Covid-19 Jelang Akhir Tahun 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT