Viral Ilmuwan Pembuat Virus Corona Ditangkap, Hoax or Not?

Viral Ilmuwan Pembuat Virus Corona Ditangkap, Hoax or Not?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 14 Apr 2020 09:44 WIB
Pada 6 April silam, sebuah video penangkapan dari kepada Profesor dari Harvard University Dr Charles Lieber ramai dibicarakan. Video dari laporan berita WCVB tersebut dilengkapi dengan keterangan pembuat virus corona ditangkap.
Viral video penangkapan 'pembuat virus Corona', hoax or not? Foto: Rappler
Jakarta -

Pada 6 April silam, sebuah video penangkapan Profesor dari Harvard University Dr Charles Lieber ramai dibicarakan. Video dari laporan berita WCVB tersebut kemudian disebar di media sosial dan dilengkapi dengan keterangan pengunggahnya yakni 'pembuat virus corona ditangkap'.

Dalam video itu dijelaskan bahwa ilmuwan itu ditangkap karena memiliki afiliasi dengan China. Tapi apakah benar Lieber ditangkap karena menjadi biang kerok pandemi Corona?

Faktanya tidak, Lieber ditangkap karena berbohong mengenai keterlibatannya dengan China's Thousand Talents Plan dan Wuhan University of Technology. Dia juga tidak mengungkapkan soal gelontoran dana jutaan dolar dari pemerintah China untuk penelitian pihak asing.

Pada 6 April silam, sebuah video penangkapan dari kepada Profesor dari Harvard University Dr Charles Lieber ramai dibicarakan. Video dari laporan berita WCVB tersebut kemudian disebar di medsos dan dilengkapi dengan keterangan 'pembuat virus corona ditangkap'.Pada 6 April silam, sebuah video penangkapan dari kepada Profesor dari Harvard University Dr Charles Lieber ramai dibicarakan. Video dari laporan berita WCVB tersebut kemudian disebar di medsos dan dilengkapi dengan keterangan 'pembuat virus corona ditangkap'. Foto: Rappler


Lebih lanjut, dari banyaknya pemberitaan, tidak ada yang menyebut mengenai virus Corona terkait kasus penangkapan Dr Lieber. Sehingga bisa disimpulkan berita tersebut adalah salah, sebagaimana ditulis Rappler.

Sebelumnya, sejumlah ilmuwan sepakat bahwa SARS-CoV-2 tidaklah sebuah virus yang diciptakan di laboraturium. Penelitian ini kemudian dijelaskan dalam jurnal 'The proximal origin of SARS-CoV-2'.

"Analisis kami dengan jelas menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 bukan merupakan hasil ciptaan di laboratorium atau virus yang dimanipulasi secara sengaja," kata penulis.



Simak Video "Inggris Bakal Tak Wajibkan Penggunaan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)