Tulang Ekor yang Jadi Awal Kehidupan Manusia dan Hari Pembalasan

Sains dalam Al Qur'an

Tulang Ekor yang Jadi Awal Kehidupan Manusia dan Hari Pembalasan

Rosmha Widiyani - detikInet
Jumat, 21 Feb 2020 13:13 WIB
al quran
Ilustrasi : Sains dalam Al Quran tentang tulang ekor (Foto: iStock)
Jakarta -

Allah SWT ternyata telah menciptakan organ yang mirip buku diary dalam tubuh manusia. Organ inilah yang menyaksikan semua aktivitas manusia, hingga mirip buku diary yang merekam jejak langkah selama hidup. Dunia modern mengenalnya sebagai tulang ekor yang disebut juga tailbone atau coccyx.

Diary dikenal sebagai cara manusia merekam segala hal yang terjadi dalam hidup sehari-hari dan berekspresi. Seiring waktu, manusia bisa memanfaatkan kompilasi foto dan video dengan fungsi yang sama.

Diriwayatkan dalam hadits Muslim, tulang ekor adalah awal mula kehidupan manusia selama berada di dunia. Tulang ini pula yang mengawali kebangkitan manusia saat akan dimintai pertanggungjawaban Allah SWT.

كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلاَّ عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ

Artinya: "Bumi akan mengolah seluruh bagian tubuh manusia kecuali tulang ekor. Dari itulah seorang manusia diciptakan, dan dari tulang ekor itu pulalah manusia akan dihidupkan kembali di Hari Kebangkitan." (HR Muslim)

Hadits tersebut diriwayatkan Muslim sesuai narasi Abu Huraira dalam kitab The Book of Tribulations and Portents of the Last Hour. Dalam hadits juga dinyatakan tulang ekor tidak akan menjadi busuk.

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَرْبَعُونَيَوْمًا قَالَ أَبَيْتُ ‏.‏ قَالُوا أَرْبَعُونَ شَهْرًا قَالَ أَبَيْتُ ‏.‏ قَالُوا أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَبَيْتُ ‏"‏ ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ وَلَيْسَ مِنَ الإِنْسَانِ شَىْءٌ إِلاَّ يَبْلَى إِلاَّ عَظْمًا وَاحِدًا وَهُوَعَجْبُ الذَّنَبِ وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‏"

Artinya: Di antara dua tiupan adalah empat puluh. Ia berkata, "Empat puluh hari?"."Aku enggan." Ia berkata, "Empat puluh bulan?" Beliau berkata, "Aku enggan." Lalu Beliau berkata, kemudian air turun dari langit, maka mereka tumbuh seperti tumbuhnya tunas." Beliau berkata, "Tidak ada sesuatu yang tersisa kecuali menjadi usang kecuali tulang ekor. Darinyalah makhluk disusun kembali pada hari kiamat". (HR Muslim).

Keutamaan tulang ekor dibuktikan juga dalam riset yang dilakukan ilmuwan Hans Spemann. Dia mendapat Nobel tahun 1935 di bidang fisiologi atau kesehatan dengan riset pengaruh Organizer-Effect pada perkembangan embrio.

Organizer-Effect memungkinkan seluruh organ berada di tempat yang tepat, sehingga manusia memiliki kesamaan lokasi bagian tubuh. Dalam risetnya, Spemann menukar bagian embrio namun area yang ditransplantasi tidak berkembang menjadi organ yang berbeda.

Hal serupa terjadi pada pembentukan tulang punggung yang merupakan pusat sistem saraf manusia. Tulang punggung berasal dari garis dan simpul yang disebut primitive streak serta primitive node. Keduanya lantas berada di bagian paling akhir susunan sistem saraf pusat yang dikenal sebagai tulang ekor.

Garis dan simpul berasal dari proses pembelahan sel yang langsung terjadi setelah pembuahan. Susunan garis dan simpul mirip seperti tulang punggung manusia atau embryonic disc. Setelah tulang ekor dan seluruh susunan tulang punggung selesai dibentuk, proses selanjutnya adalah menyelesaikan sistem lain dalam tubuh manusia.

Dengan hasil riset ini, Islam kembali membuktikan keselarasan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Tulang ekor, meski sekilas terlihat tidak berguna, ternyata mengawali kehidupan manusia dan kebangkitannya kelak di Hari Pembalasan.

Allah SWT kembali menegaskan kuasa-Nya dalam membangkitkan manusia dari tulang yang tersisa. Kuasa ini dinyatakan Allah SWT dalam Al-Qur'an di surat Yasin ayat 78.

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

Arab latin: Wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah, qāla may yuḥyil-'iẓāma wa hiya ramīm

Artinya: "Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"

Allah SWT melanjutkannya dalam Al-Qur'an surat Yasin ayat 79,

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Arab latin: Qul yuḥyīhallażī ansya`ahā awwala marrah, wa huwa bikulli khalqin 'alīm

Artinya: "Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk."

Tulang Ekor yang Jadi Awal Kehidupan Manusia dan Hari Pembalasan


Simak Video "Gus Sholah di Mata Tito Karnavian: Baik Hati dan Kritis"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)