Rabu, 05 Feb 2020 13:04 WIB

9 Virus Paling Mematikan di Dunia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Wabah virus corona telah ditetapkan oleh WHO sebagai darurat global. Para ilmuwan di berbagai negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin dari virus itu Ilustrasi. Foto: AP Photo
Jakarta -

Manusia telah melawan berbagai macam virus sejak dahulu kala. Terbaru adalah wabah virus corona. Sepanjang sejarah, ada beberapa virus yang dianggap paling mematikan. Ini rangkumannya, dikutip detikINET dari Live Science.

Virus Marburg

Ilmuwan mengidentifikasi virus marburg di 1967, ketika wabah kecil menimpa pekerja laboratorium di Jerman yang terekspos monyet dari Uganda. Virus marburg ini mirip dengan ebola yang dapat menyebabkan demam hemoragik.

Artinya, penderita dapat terkena demam tinggi dan pendarahan di tubuhnya yang bisa menyebabkan kegagalan organ serta kematian. Angka kematian dalam wabah pertama adalah 25%, tapi menjadi lebih dari 80% dalam wabah yang terjadi antara tahun 1998-2000 di Kongo dan tahun 2005 di Angola.

Virus Ebola

Wabah pertama ebola terjadi secara simultan di Sudan dan Kongo pada tahun 1976. Virus ganas ini menyebar melalui darah, cairan tubuh atau jaringan tubuh manusia dan hewan yang terinfeksi.

Jenis ebola reston tak membuat orang sakit. Tapi ebola bundibugyo punya angka kematian lebih dari 50% dan 71% untuk ebola sudan. Wabah terbesar ebola terjadi pada awal tahun 2014 di Afrika Barat.

Virus Rabies

Meskipun vaksin rabies untuk hewan peliharaan telah diperkenalkan di tahun 1920-an, penyakitnya tetap menjadi masalah serius di India dan sebagian Afrika. Virus ini sungguh mengerikan karena dapat merusak otak.

Kabar baiknya, ada antibodi melawan rabies sehingga penderita bisa disembuhkan. "Tapi jika Anda tidak mendapatkan perawatan, ada 100% kemungkinan Anda akan meninggal dunia," kata Elke Muhlberger, profesor mikrobiologi di Boston University.

HIV

Di dunia modern, virus paling mematikan mungkin adalah HIV. Diestimasi korban meninggal karena virus ini total berjumlah 36 juta orang sejak pertama kali ditemukan pada awal tahun 1980-an.

Obat-obatan modern memang mampu membuat penderitanya hidup selama bertahun-tahun. Namun penyakit ini berakibat fatal di negara berkembang atau miskin, di mana 95% infeksi HIV terjadi.

Selanjutnya
Halaman
1 2