Kisah Dokter yang Dipecat Karena Temukan Virus Corona di Arab Saudi

Kisah Dokter yang Dipecat Karena Temukan Virus Corona di Arab Saudi

ADVERTISEMENT

Kisah Dokter yang Dipecat Karena Temukan Virus Corona di Arab Saudi

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 28 Jan 2020 18:41 WIB
Ali Mohamed Zaki, Penemu Virus Corona di Arab Saudi
dr Ali Mohamed Zaki penemu virus corona di Arab Saudi (Research Gate)
Jakarta -

Virus corona ada banyak jenisnya. Sebelum di Wuhan, virus corona pernah jadi wabah di Arab Saudi. Sayang, dokter yang menemukannya malah dipecat.

Wabah virus corona di Wuhan, China bukan yang pertama kali terjadi di dunia. Wabah ini membuat orang-orang ingat kembali dengan kasus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV) tahun 2003 di Asia dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) tahun 2012 silam di Arab Saudi.

Kasus yang Arab Saudi ini yang agak ironis. Dokter yang menemukan virus ini mengalami nasib pahit dipecat. Begini ceritanya:

Isolation of A Novel Coronavirus From a Man With Pneumonia in Saudi Arabia, itulah judul penelitian yang diterbitkan The New England Journal of Medicine, edisi Oktober 2012 seperti dilihat detikINET, Selasa (28/1/2020). Itu adalah karya dokter Ali Mohamed Zaki bersama 3 koleganya yang lain yaitu Sander van Boheemen, Theo M Bestebroer, Albert DME Osterhaus, dan Ron AM Fouchier.


Laporan ilmiah ini dibuat dr Zaki setelah menjumpai kasus pneumonia yang aneh. Pada Juni 2012, dia adalah virologis di Dr Soliman Fakeeh Hospital di Jeddah, Arab Saudi. Ada pasien berumur 60 tahun dengan pneumonia yang parah.

Zaki melakukan uji pararel antara dia dengan tim dr Ron Fouchier di Erasmus Medical Centre di Rotterdam, Belanda. Keduanya mendapatkan hasil positif kalau ini virus corona, tapi virus ini tidak dikenal alias jenis baru lagi.

Zaki lalu menyampaikan temuannya di proMed, sistem pelaporan internet untuk para peneliti dan lembaga kesehatan, terkait kasus wabah. Akibat pelaporan ini, sebulan kemudian dia dipecat atas tekanan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

"Mereka tidak suka ini muncul di proMed. Mereka memaksa rumah sakit untuk menghentikan kontrak saya. Saya diminta meninggalkan pekerjaan saya karena ini, tapi ini tugas saya. Ini virus yang sangat serius," kata Zaki diberitakan Guardian edisi 15 Maret 2013.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT