Kamis, 16 Jan 2020 09:53 WIB

Orang Terkaya Dunia Kecam Para Pembantah Perubahan Iklim

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jeff Bezos. Foto: Reuters
New Delhi - Perubahan iklim mulai terasa membahayakan dunia, namun masih cukup banyak orang yang tidak percaya. Jika ketidakyakinan itu muncul bertahun lalu memang masih wajar, tapi saat inipun di tahun 2020, tak semua sepakat dengan adanya perubahan iklim.

Hal itu menurut orang terkaya sejagat, Jeff Bezos, adalah berbahaya dan tak beralasan. "Anda bisa kembali ke 10 atau 20 tahun lalu dan ada orang yang tidak mengakui bahwa perubahan iklim itu sungguhan," kata sang pemilik Amazon yang tengah berkunjung ke India.

"Nah, orang yang saat ini tidak mengakui bahwa perubahan iklim itu nyata, bahwa kita manusia mempengaruhi planet ini dengan cara yang sangat signifikan dan berbahaya, orang seperti itu tak beralasan," sergahnya.


"Hal ini merupakan masalah besar dan perlu aksi kolektif di seluruh dunia jika kita ingin membuat kemajuan atas masalah itu," imbuhnya, seperti dikutip detikINET dari CNBC.

Amazon sendiri mencanangkan upaya mengantisipasi perubahan iklim tahun silam. Retail diharapkan memakai listrik 100% daur ulang. Selain itu Amazon akan mengurangi penggunaan plastik dan membeli 100 ribu kendaraan listrik.

Skala Amazon sebagai retail online terbesar dunia menurut Bezos bisa cukup berdampak. "Karena bukan hanya Amazon tapi juga rantai suplainya. Mereka juga harus memenuhi janji itu," ujar pria berkepala pelontos ini.

Ia pun meminta semua pihak menjaga planet Bumi dengan sebaik-baiknya. "Kita telah mengirim wahana robotika ke setiap planet di Tata Surya. Tak ada planet bagus lain. Kita harus merawat yang satu ini," sebut Bezos.



Simak Video "Pemerintah Tak Ingin Data Dikelola Asing, Ini Respons AWS"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)