Kota yang Hilang di Afrika Ungkap Asal Usul Kristen di Ethiopia

Kota yang Hilang di Afrika Ungkap Asal Usul Kristen di Ethiopia

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 25 Des 2019 18:35 WIB
Penggalian Beta Samati. Foto: CNN
Jakarta - Arkeolog menggali sisa-sisa peninggalan sebuah kota dari peradaban kuno yang berpengaruh, tetapi tidak banyak diketahui di Afrika Timur. Temuan ini mengungkap asal-usul agama Kristen di Ethiopia.

Seperti dikutip dari CNN, pemukiman yang terkubur ini punya salah satu gereja tertua di Afrika dan dihuni sekitar 1.400 tahun sebelum menghilang ke dataran tinggi berdebu Ethiopia utara sekitar 650 Masehi.

Beta Samati, demikian sebutan untuk kota tersebut, adalah bagian dari kekaisaran atau kerajaan Aksum. Namun sebelum penemuannya, para arkeolog berpikir daerah tersebut telah ditinggalkan ketika kelas penguasa di kekaisaran tersebut mendirikan ibu kotanya di tempat lain.


Berdasarkan hasil penelitian, kerajaan Aksum memerintah wilayah tersebut antara 80 Sebelum Masehi hingga 825 Masehi dan merupakan salah satu kekuatan utama dunia masa itu, dikenal menaklukkan wilayah sekitarnya dan berdagang dengan Kekaisaran Romawi. Kerajaan itu kemudian dikonversi menjadi Kristen pada abad ke-4.

Pada 2009, arkeolog mewawancarai penduduk lokal di daerah dekat penemuan. Mereka kemudian menyarankan para peneliti menyelidiki sebuah bukit di dekat desa modern Edaga Rabu. Ternyata, itu adalah gundukan tanah setinggi 25 meter yang terbentuk oleh limbah dan puing-puing yang terakumulasi selama beberapa generasi pendudukan.

Kota yang Hilang di Afrika Ungkap Asal Usul Kristen di EthiopiaLiontin batu bertuliskan kata 'terhormat' dalam bahasa Etiopia kuno atau Ge'ez dengan salib di sebelah kiri. Temuan ini penting dalam ikonografi Kristen kuno.Foto: CNN


"Itu adalah bagian dari cerita dari mulut ke mulut masyarakat setempat. Mereka hanya tahu kalau ada tempat penting di daerah mereka tanpa tahu mengapa," kata Michael Harrower, professor arkeologi dari Johns Hopkins University dan penulis utama penelitian ini.

Dari petunjuk tersebut, penggalian pun dilakukan hingga terungkaplah kota yang hilang tersebut. Penanggalan radiokarbon menunjukkan orang-orang pertama kali mulai tinggal di kota itu sekitar 750 Sebelum Masehi dan tetap diduduki sepanjang masa Aksumite, mengabadikan momen-momen penting dalam sejarah Ethiopia.

"Kekaisaran Aksum adalah salah satu peradaban kuno paling berpengaruh di dunia, sekaligus salah satu yang paling tidak dikenal luas. Beta Samati mengalami konversi resmi Aksum dari politeisme menjadi Kristen dan kebangkitan Islam di Arab," tambahnya.



Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa basilika besar yang berasal dari abad keempat. Bangunan-bangunan seperti ini adalah tempat-tempat utama awal pemujaan Kristen di Ethiopia. Situs-situs di Beta Samati tampaknya menjadi salah satu yang pertama di kerajaan Aksumite dan dibangun tak lama setelah Raja Ezana mengubah kerajaan menjadi Kristen selama pertengahan abad keempat Masehi.

"Itu sebabnya penemuan ini sangat penting," kata Aaron Butts, professor bahasa Mesir dari Catholic University, Washington, DC.



"Berdasarkan data arkeologi yang dikombinasikan dengan penanggalan radiokarbon, menunjukkan bahwa basilika berasal dari abad keempat, memastikan bangunan itu ada di antara gereja-gereja paling awal yang ada di sub-Sahara Afrika," sambungnya.

Kota yang Hilang di Afrika Ungkap Asal Usul Kristen di EthiopiaDeretan koin dari peninggalan Beta Samati menampilkan raja Aksumite yang berbeda-beda. Foto: CNN


Menariknya lagi, peninggalan yang ditemukan di situs tersebut menunjukkan adanya pengaruh Romawi, Pagan dan Kristen. Ini menggambarkan keragaman budaya peradaban dari masa tersebut.

Simak Video "Tampik Babe Ridwan Saidi, Prof Agus Munandar Sebut Kerajaan Galuh Otentik"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/asj)