Sabtu, 07 Sep 2019 14:11 WIB

Gagal Mendarat di Bulan, India Malah Makin Berani

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Associated Press Foto: Associated Press
Jakarta - Mimpi India untuk mendaratkan wahana antariksanya di Bulan harus berakhir dengan rasa kecewa. Mengetahui hal itu, Perdana Menteri India Narendra Modi mencoba menguatkan para ilmuwannya yang sudah berjuang keras.

Diketahui, robot penjelajah wahana pendaratan (lander) Vikram kehilangan kontak dengan Indian Space Research Organization (ISRO) sesaat akan melakukan pendaratan di Bulan. Kejadian tersebut langsung diinformasikan oleh Chairman ISRO Kailasavadivoo Sivan.

"Penurunan lander Vikram sudah sesuai rencana dan performanya normal sampai ketinggian 2,1 kilometer. Di saat yang sama, komunikasi hilang. Datanya masih dianalisis," ujar Sivan.


Peristiwa tersebut tentu meruntuhkan semangat para ilmuwan yang sudah susah payah berupaya membawa India jadi negara keempat setelah Amerika Serikat, Rusia, dan China dalam misi mendaratkan wahana di Bulan.

Modi yang juga menyaksikan langsung detik-detik pendaratan hingga hilangnya kontak berupaya menghibur dan menguatkan ilmuwannya.

"Saya berada di momen bersama kalian ketika komunikasi dengan wahana hilang kontak. Keberanian kita semakin kuat. Determinasi untuk menyentuh Bulan semakin kuat. Pelajaran dari hari ini akan menguatkan kita dan lebih baik," tutur Modi.

Lebih lanjut lagi, Modi mengatakan untuk saat ini memang bukan jadi miliknya India terkait mengukir sejarah di dunia antariksa. Tetapi kegagalan itu takkan mengurangi India untuk menjalankan misi Bulan di masa mendatang.


"Saya salut kepada para ilmuwan terkait program luar angkasa kita. Dengan bangga saya dapat mengatakan bahwa upaya itu sepadan dan begitu pula perjalanannya. Kita akan capai skala kesuksesan yang baru. Kepada ilmuwan semuanya, saya katakan, India bersama Anda! Anda adalah profesional yang luar biasa dengan kontribusi yang luar biasa bagi kemajuan negara," tuturnya.

Misi bernama Chandrayaan 2 yang berarti kendaraan Bulan dalam bahasa Sanskerta diterbangkan dari fasilitas Satish Dhawan Space Center di Andhra Pradesh pada 22 Juli. Pertengahan Agustus, ia berhasil mengorbit di satelit Bumi tersebut.


Chandrayaan 2 awalnya direncanakan mendarat di kutub selatan yang belum pernah dijelajahi, untuk mencari bukti adanya air dan mineral serta mengukur gempa Bulan. Ia membawa tiga bagian yaitu orbiter, lander dan sebuah rover.

Misi ini berbiaya hemat, hanya USD 145 juta atau lebih rendah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame. Akan tetapi keberhasilannya terbang ke Bulan membuktikan ilmuwan India mampu menjelajah angkasa secara mandiri.

Simak Video "Kapal Wisata Terbalik di India, 12 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com