Senin, 01 Jul 2019 14:40 WIB

Sudah Jelajahi Bumi, Drone Bersiap Eksplorasi Luar Angkasa

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sudah menjelajahi Bumi, Drone bersiap eksplorasi luar angkasa. (Foto: Dok. NASA/JHU-APL via Space.com) Sudah menjelajahi Bumi, Drone bersiap eksplorasi luar angkasa. (Foto: Dok. NASA/JHU-APL via Space.com)
Jakarta - Saat ini drone sudah lazim dipakai dalam berbagai hal di Bumi termasuk dalam mengeksplorasinya. Nah, berikutnya drone akan jadi penjelajah luar angkasa. Setidaknya begitu rencana NASA.

Dikutip dari Space, pekan lalu NASA mengumumkan rencananya meluncurkan sebuah drone helikopter menuju bulan Saturnus, Titan, pada tahun 2026. Drone rotorcraft ini dinamai "Dragonfly".

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Dragonfly akan mendarat di Titan pada tahun 2034 dan kemudian menghabiskan waktu beberapa tahun terbang untuk mengumpulkan berbagai data dan memotret foto-foto lanskap satelit alami Saturnus tersebut.




Namun, Dragonfly takkan jadi drone pertama yang merambah antariksa. Sebuah helikopter pengintai mini juga dijadwalkan bakal menemani misi penjelajahan NASA Mars 2020, untuk mendarat di Planet Merah pada Februari 2021.

Drone helikopter Mars dan Dragonfly disebutkan sebagai wahana antariksa yang amat berbeda dan punya tantangannya masing-masing. Atmosfer Mars, misalnya, hanya setebal 1 persen dari Bumi dan didominasi oleh karbon dioksida sementara udara Titan 400 kali lebih tebal dari Mars dan sebagian besar nitrogen (seperti atmosfer Bumi).




Pun demikian, menurut peneliti utama Dragonfly Elizabeth Turtle dari Applied Physics Laboratory Johns Hopkins University di Laurel, Maryland, kedua misi tersebut masih tetap bisa jalan beriringan.

"Mungkin ada beberapa kesamaan yang bisa kita manfaatkan di antara kedua sistem ini, dan kami sangat senang melihat Helikopter Mars dipilih untuk terbang, dan keliling ke beberapa planet," katanya.

"Kami pikir apa yang kami lakukan dengan Dragonfly adalah inovasi, bukan penemuan. Kami hanya menerapkan teknologi yang sudah ada ke planet lain," ucapnya.




Dragonfly dan helikopter Mars mungkin hanyalah permulaan. Jika kedua drone itu berfungsi dengan baik, rotorcraft bisa segera mulai meninggalkan Bumi dalam jumlah yang relatif besar.

"Kami membayangkan helikopter sebagai gerbang untuk eksplorasi jenis baru di Mars," ujar Havard Grip, pengendali penerbangan dan aerodinamika Helikopter Mars, saat presentasi dengan Future In-Space Operations (FISO) NASA.

"Di masa depan, kita bisa membayangkan melakukan hal-hal seperti melakukan eksplorasi regional menggunakan beberapa helikopter atau pergi ke daerah yang tidak dapat diakses atau daerah yang sensitif secara biologis dengan menggunakan helikopter kecil," tambah Grip.




Simak Video "Drone Dimanfaatkan Petani Tanzania Pelihara Tanaman Padi"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/krs)