Senin, 01 Jul 2019 12:37 WIB

Godaan Asteroid Emas dan Tantangan Menambangnya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: BBC Karangan Khas Ilustrasi. Foto: BBC Karangan Khas
Jakarta - Berlokasi di antara orbit planet Mars dan Jupiter, asteroid bernama Psyche 16 sedang jadi pusat perhatian karena diduga mengandung emas dalam jumlah luar biasa. Tapi penambangan asteroid adalah perkara yang sangat sukar.

NASA saat ini sedang mengamati Psyche 16, mereka berencana meluncurkan misi Discovery Mission untuk diberangkatkan ke sana dan mengorbit pada tahun 2026. Diperkirakan, logam mulia di Psyche 16 berharga sampai USD 10 quadriliun, jumlah yang bisa membuat tiap warga di Bumi jadi miliarder.

Akan tetapi, menambang emas di Psyche 16 serta membawanya kembali ke Bumi membutuhkan upaya amat besar. Hal itu belum pernah dilakukan dalam skala kecil, terlebih pada Pshyche 16 yang diameternya mencapai 200 kilometer.




"Opini saya adalah 25 tahun untuk membuktikan konsep (penambangan-red) dan 50 tahun lagi untuk komersialisasi," kata presiden Royal Astronomical Society, John Zarnecki yang dikutip detikINET dari Big Think.

Menurutnya, penambangan asteroid akan mendapat momentum jika sumber daya sejenis di Bumi mulai langka dan harganya jadi sangat tinggi. Di sisi lain, ada pula pihak yang skeptis tentang anggapan jika Psyche 16 membawa sangat banyak emas.

"Mungkin hampir semuanya terbuat dari iron-nickel, dengan jumlah kecil merupakan metal lain, sepertinya termasuk emas," tulis Peter Shciff dari Euro Pacific Capital.

Pertanyaan lainnya adalah, jika benar Pshcye 16 penuh emas dan sukses diangkut ke Bumi, harga emas di planet ini tentu akan mengalami crash. Apalagi jika kemudian penambangan asteroid menjadi sesuatu yang umum.

"Empat sampai 5 juta ons emas yang dibawa ke pasar setiap tahun tidak ada apa-apanya apabila dibandingkan dengan apa yang tersedia di antariksa sana," tandas Scott More, penambang senior dan CEO Eurosun Mining.

Bagaimanapun, penambangan asteroid sepertinya tidak akan bisa dicegah di masa mendatang. Perusahaan penambangan ataupun lembaga antariksa diprediksi tidak langsung menuju asteroid jauh dan masif seperti Pshyce 16, tapi di lokasi yang dekat dengan Bumi terlebih dahulu.

Perusahaan penambangan asteroid saat ini pun sudah ada. Salah satunya The Asteroid Mining Corporation yang berbasis di Inggris dan dikomandoi oleh CEO Mitch Hunter-Scullion. Saat ini, dia dan para pegawainya sedang bersiap meluncurkan satelit untuk mengamati dari dekat potensi penambangan asteroid.




"Bumi adalah tempat yang besar, tapi sumber daya kita terbatas. Seiring pertumbuhan populasi, akan ada tekanan. Kita sudah melihatnya di beberapa material. Jika penambangan mineral sudah mencapai puncaknya, mereka akan jadi lebih mahal dan merusak lingkungan untuk mengaksesnya," kata Mitch Hunter.

Asteroid menyediakan mineral yang sama. Maka menurut Mitch, tidak ada alasan untuk tidak menambangnya. "Kita sedang membuat Asteroid Prospecting Satellite 1. Ia akan memberikan pemahaman lebih dalam soal asteroid, yang dapat membuka jalan untuk lisensi eksplorasi kandidat asteroid untuk ditambang," cetusnya.

Simak Video "Asteroid 'Dewa Kekacauan' Dekati Bumi 10 Tahun Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/krs)